Pesan Terakhir Florencia Pramugari ATR 42-500, Minta Doa, Tatapan Tak Biasa: Ngelihatin Mama Terus
January 20, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah haru terungkap dari pesan terakhir pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono, sebelum tragedi terjadi.

Perempuan berusia 32 tahun yang akrab disapa Olen itu ternyata sempat melakukan panggilan video dengan ibundanya.

Video call tersebut dilakukan sesaat sebelum ia menjalankan tugas penerbangan.

Dalam percakapan itu, Florencia memohon doa restu agar perjalanannya berjalan lancar.

Ia dijadwalkan bertugas pada penerbangan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Tak ada yang menyangka, komunikasi hangat itu justru menjadi panggilan terakhir Olen kepada keluarganya.

Beberapa jam kemudian, pesawat turboprop ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak.

Pesawat tersebut diketahui melintas di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Proses pencarian pun dilakukan hingga akhirnya Tim SAR gabungan menemukan jenazah pramugari yang diduga kuat adalah Florencia.

Korban ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung dengan medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau.

Baca juga: Jasad Florencia Lolita Pramugari Pesawat ATR Ditemukan, Harapan Menikah Pupus, Calon Suami Pilot

KECELAKAAN PESAWAT - Nametag bertuliskan Florencia jadi petunjuk kuat identitas pramugari korban ATR 42-500 terungkap.
KECELAKAAN PESAWAT - Nametag bertuliskan Florencia jadi petunjuk kuat identitas pramugari korban ATR 42-500 terungkap. (Instagram/@olen.flw dan Dok. Tim SAR)

Identitas korban semakin menguat setelah ditemukan seragam dan name tag yang masih melekat di tubuhnya.

Saat ditemukan, sosok perempuan tersebut terbujur kaku dan tersangkut di antara dahan pohon.

Florencia masih mengenakan seragam ATR 42-500 berwarna hitam.

Ia juga memakai celana jins serta sepatu kets hitam saat ditemukan.

Lokasi penemuan korban berada di tengah kondisi hujan deras dan cuaca buruk.

Perhatian ke Ibu

Kisah video call terakhir itu kemudian diungkap oleh pihak keluarga.

Tante Florencia, Suly Mandang, mengungkapkan bahwa keponakannya sangat memperhatikan kondisi sang ibu.

Saat itu, ibu Florencia baru saja keluar dari rumah sakit.

"Terakhir dia video call, baru sekarang ngelihatin mamanya terus. Sebelum dia berangkat dari Yogyakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas di situ," kenang Suly, dikutip dari TribunnewsBogor.

Baca juga: Kisah Pilu Florencia Korban ATR 42-500, Jasad Tersangkut Tebing Curam, Tinggalkan Calon Suami Pilot

PRAMUGARI ASAL MANADO - Potret Florencia Lolita salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan.
PRAMUGARI ASAL MANADO - Potret Florencia Lolita salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan. (Instagram/@olen.flw)

Selain meminta doa, Olen juga menyampaikan rencana dinasnya dengan nada lembut dan penuh perhatian.

Percakapan tersebut dilakukan pada Jumat (16/1), sehari sebelum kecelakaan terjadi.

Keluarga mengaku sangat terpukul saat mengetahui kabar pesawat yang ditumpangi Florencia hilang kontak.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh kakak kandung Olen kepada keluarga besar.

"Kemarin dapat info pesawat yang dinaiki Olen bahwa hilang. Kakaknya yang menghubungi kami bahwa Olen di pesawat itu," tutur Suly.

Bagi keluarga, panggilan video terakhir itu kini menjadi kenangan paling berharga sekaligus paling menyayat hati.

(TribunNewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.