Tribunewsmaker - Seorang ibu berusia 41 tahun yang juga merupakan veteran Angkatan Darat Amerika Serikat meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah jembatan setinggi sekitar 21 meter di Utah. Peristiwa tragis ini terjadi awal bulan ini, saat ia berusaha menolong seseorang yang mengalami kecelakaan di pinggir jalan raya.
Baca juga: Sosok Florencia Lolita, Pramugari Pesawat ATR yang Jatuh di Sulsel, Padahal Baru 3 Bulan Bertugas
Sebelum kejadian nahas itu, kata-kata terakhir yang ia ucapkan kepada pasangannya hanyalah sederhana namun penuh makna: “Aku mencintaimu.”
Insiden tersebut terjadi pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Saat itu, Jenna Guerra sedang melintasi Weber Canyon ketika ia melihat sebuah mobil berhenti di pinggir jalan setelah mengalami kecelakaan di kilometer 90 Interstate 84, tepat di dekat jembatan yang melintasi rel kereta api, menurut laporan stasiun televisi KTVX.
Jenna, ibu dua anak asal North Carolina, sedang dalam perjalanan bersama kekasihnya, Joby Arnette. Keduanya baru saja memulai bisnis truk dan tengah melakukan perjalanan dari Tennessee menuju Washington.
Arnette menjelaskan bahwa mereka berhenti setelah melihat sebuah mobil di depan mereka menabrak pembatas beton akibat jalan yang licin oleh lapisan es hitam. Seperti kebiasaannya, Jenna langsung berniat turun untuk memastikan kondisi pengemudi lain baik-baik saja.
“Dia menepi dan ingin memastikan semua orang selamat. Itu memang sudah menjadi sifatnya,” ujar Arnette.
Saat Arnette masih mengenakan sepatu untuk ikut membantu, Jenna sempat menoleh dan berkata, “Aku mencintaimu.” Arnette pun membalas ucapan tersebut tanpa menyangka itu akan menjadi percakapan terakhir mereka.
Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi sangat berbahaya. Jenna mendengar suara mobil lain melaju dan berusaha berhenti di jalan yang licin. Untuk menghindari tertabrak, ia melompati pembatas jalan. Namun, tanpa disadari, di balik pembatas itu terdapat jurang yang dalam.
“Saya mendengar suara ban berdecit. Saat saya keluar dari truk dan berjalan ke arah sana, dia sudah tidak ada,” kata Arnette. “Saya tidak bisa melihatnya di mana pun.”
Beberapa media melaporkan bahwa Jenna meninggal dunia setelah terjatuh dari jalan raya tersebut. Pihak Patroli Jalan Raya Utah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Kedua putra Jenna mengaku sangat terpukul, namun mereka juga merasa bangga dan terhibur karena mengetahui bahwa ibu mereka meninggal dunia saat menolong orang lain.
“Ini bukan cara yang kami harapkan untuk kehilangan ibu kami,” ujar Lucas, putra remaja Jenna. “Tapi saya bersyukur dia melakukan hal yang ia cintai. Dia selalu senang membantu orang lain.”
Keluarga menjelaskan bahwa Jenna bekerja sebagai teknisi gigi dan pernah bertugas di Angkatan Darat AS hingga diberhentikan dengan hormat pada tahun 2011. Mereka mengenangnya sebagai sosok yang penuh empati, dermawan, dan selalu mengutamakan orang lain dalam setiap tindakannya.
Saat ini, keluarga dan sahabat menggalang dana untuk memulangkan jenazah Jenna ke North Carolina agar dapat dimakamkan di dekat anak-anaknya. “Kami memohon bantuan untuk membawa Jenna pulang kepada anak-anaknya,” tulis penyelenggara penggalangan dana tersebut.
Lucas pun mengenang ibunya dengan kesedihan mendalam, terutama karena ia tidak akan bisa melihat masa depan anak-anaknya.
“Saya selalu berharap dia bisa menyaksikan apa yang akan saya capai dalam hidup,” katanya. “Saya tahu dia sangat bangga kepada saya dan adik saya, Sebastian. Kenyataan bahwa dia tidak bisa melihat kami tumbuh dewasa adalah hal yang sangat berat.”
Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati