TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Sekitar 200 tukang becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Banyuwangi tampak antusias mengikuti uji coba atau test drive becak listrik di halaman Gedung Korpri Banyuwangi, Selasa (20/1/2026) sore. Meski sebagian peserta sudah lancar sejak awal, tak sedikit pula yang masih terlihat gugup karena belum terbiasa mengendarai kendaraan listrik.
Salah satu peserta, Sukadi (61), tukang becak asal Desa Labanasem, Kecamatan Rogojampi, mengaku mengalami kesulitan saat harus membelokkan becak listrik yang diuji cobanya.
"Tadi agak susah saat harus belok," kata Sukadi.
Ia mengungkapkan, selama ini belum pernah mengendarai kendaraan listrik, baik sepeda listrik maupun jenis lainnya. Meski demikian, Sukadi mengaku senang karena termasuk dalam daftar penerima becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Pakai KTP Palsu, Penipu Incar Rental iPhone di Banyuwangi
"Saya tahu akan dapat becak listrik karena sudah didata. Sekitar dua bulan lalu, pihak desa sudah mendata," ujarnya.
Sukadi telah berprofesi sebagai tukang becak sejak era 1980-an dan biasa mangkal di sekitar Pasar Rogojampi. Pendapatannya sebagai tukang becak tergolong tidak menentu.
"Kalau ramai bisa dapat Rp 45 ribu sehari. Kalau sepi sekitar Rp 20 ribu, kadang juga tidak dapat sama sekali," tuturnya.
Berbeda dengan Sukadi, Ahmad Sainik (65), tukang becak asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, mengaku tidak mengalami kendala berarti saat mencoba becak listrik. Sekali mencoba, ia langsung bisa mengendarainya dengan lancar.
Baca juga: Berkah Sport Massage, Tukang Pijat Asal Banyuwangi Bisa Keliling Dunia
"Awal saya baru lihat saja, saya yakin saya bisa," kata Sainik.
Sainik telah membecak sejak tahun 1981 dan biasa mangkal di sekitar Jalan Kolonel Sugiono. Karena penghasilan membecak tidak stabil, ia juga bekerja sampingan sebagai tukang parkir di pinggir jalan.
Ia mengaku senang dengan keberadaan becak listrik tersebut. Jika nantinya sudah resmi diterima, Sainik berencana menjual becak kayuh lamanya.
"Mungkin nanti ditimbangkan (dijual sebagai besi rongsokan) sama istri saya," ujarnya sambil berseloroh.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi Ditargetkan Rampung Juli 2026
Fajar Junianto dari Gerakan Solidaritas Nusantara, yayasan yang ditunjuk untuk mendistribusikan becak listrik bantuan Presiden, menjelaskan seluruh calon penerima diundang untuk mengikuti uji coba.
"Di Banyuwangi ada 200 unit becak listrik yang akan dibagikan. Tadi memang banyak juga yang kesulitan karena belum terbiasa," jelas Fajar.
Menurutnya, secara prinsip cara mengendarai becak listrik hampir sama dengan sepeda listrik. Namun, ukuran bodi yang lebih lebar membuat sebagian tukang becak perlu beradaptasi, terutama saat bermanuver.
Baca juga: Kunjungan Wisata Banyuwangi Tembus 3,67 Juta Sepanjang 2025
Selain praktik berkendara, para tukang becak juga diberikan edukasi mengenai perawatan becak listrik, termasuk larangan memodifikasi atau memotong kabel.
"Karena kalau satu saja kabel dipotong, bisa merusak sistem kelistrikannya," ujarnya.
Para peserta juga dikenalkan dengan berbagai fitur keselamatan, seperti lampu sein dan rem tangan, yang sebelumnya tidak ada pada becak kayuh konvensional. Becak listrik tersebut diketahui memiliki kecepatan maksimal sekitar 40 kilometer per jam.
Becak listrik dijadwalkan akan dibagikan dalam waktu dekat. Jika tidak ada kendala, penyerahan bantuan tersebut direncanakan berlangsung pada 24 Januari 2026.