TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya terbongkar misteri 13 ribu langkah kaki yang terekam di smartwatch Co Pilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan.
Ternyata jejak langkah yang konon berasal dari Farhan itu bukanlah rekaman terbaru saat kejadian.
Fakta tersebut diungkap oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Sebelumnya diwartakan, heboh beredar kabar adanya pergerakan dari Farhan, salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Informasi tersebut seolah menguatkan adanya harapan hidup dari Farhan.
Usai dapat kabar itu, Tim SAR segera melakukan pencarian ke lokasi di Gunung Bulusaraung.
Pun dengan Tim Cyber dari Polda Sulsel yang turut melakukan pelacakan.
"Pertama kali kita mendapat kabar itu, langsung kita tindak lanjuti. Yang pertama kita koordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan. Sehingga dari tim Cyber juga membantu untuk mengungkap data yang ada," pungkas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news, Selasa (20/1/2026).
Bukan hanya itu, Tim SAR juga melakukan konfirmasi ke keluarga Farhan.
Hal itu guna mendalami terkait adanya dugaan langkah kaki dari Farhan yang terekam smartwatch.
"Setelah dikonfirmasi juga kepada keluarga, kita sangat memahami betul ini adalah kesedihan kita bersama, duka yang sangat mendalam bagi keluarga," ujar Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Namun setelah melakukan sederet penyelidikan dan pendalaman, terkuak satu fakta pasti.
Bahwa belasan ribu langkah kaki yang terekam di smartwatch Farhan itu adalah rekaman lama.
Bahkan dari hasil penelusuran tim Cyber kepolisian, jejak langkah kaki tersebut adalah rekaman beberapa bulan lalu.
"Setelah dilakukan pendalaman lebih detail, ternyata rekam jejak yang terpublish itu merupakan hasil rekaman beberapa bulan lalu Farhan waktu di Jogja," kata Mohammad Syafii.
Dari hasil penyelidikan itulah Basarnas memastikan informasi soal rekaman smartwatch tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk mencari korban.
"Kita tetap melakukan operasi pencarian. Data yang kita terima itu, sementara sudah dikonfirmasi itu tidak bisa kita jadikan acuan," ucap Mohammad Syafii.
"Itu (13 ribu langkah kaki yang terekam smartwatch) kejadian beberapa bulan yang lalu. Jadi bukan update pada saat terjadinya kecelakaan," sambungnya.
Baca juga: Isi Tas Pramugari ATR 42-500 Esther yang Ditemukan, Ada Buku Diary, Ayah Singgung Pesan terakhir
Sebelumnya, informasi terkait rekaman langkah kaki Farhan usai jadi korban pesawat jatuh diungkap salah seorang keluarganya.
Calon kakak ipar Farhan lah yang menguak informasi tersebut.
Untuk diketahui, Tim SAR berhasil menemukan ponsel milik Farhan Gunawan pada Minggu (18/1/2026).
Usai HP Farhan ditemukan, calon kakak ipar Farhan menyebut ada pergerakan dari smartwatch yang dipakai Farhan.
Kata kakak Dian pacar Farhan, smartwatch yang dipakai Farhan itu terkoneksi ke HP-nya.
"Pesawat jatuh tanggal 17, tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan ada dapat, HP nya dapat di hutan, HP-nya sekarang udah dipegang adik saya. Nah HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya," ujar kakak Dian.
Kabarnya smartwatch yang dipakai Farhan itu terdeteksi bergerak hingga tengah malam di hutan.
Dari temuan tersebut Dian menduga Farhan masih bergerak sejauh empat ribu langkah selama empat jam pada hari Minggu kemarin.
Ada dua bukti yang dipegang pacar Farhan soal adanya pergerakan langkah kaki sang Kopilot.
Yakni bukti foto pergerakan Farhan pukul 18.00 WITA dan pukul 22.00 WITA.
"Terus dicek smartwatch-nya, ada pergerakan langkah kaki Farhan. Dari pagi jam 6, ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada. Saya lupa jamnya berapa. Intinya ada pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah," ungkap kakak Dian.