Bangunan Lapak di Pasar Krai Lumajang Tetiba Ambruk, 4 Orang Jadi Korban: Termakan Usia
January 20, 2026 09:32 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - 4 orang warga mengalami luka-luka usai tertimpa lapak bangunan di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (20/1/2025).

Bangunan lapak tersebut tiba-tiba roboh saat aktivitas jual beli. 

Kapolsek Yosowilangun Iptu Rusdiq membenarkan adanya peristiwa lapak ambruk tersebut. 

Ketika dikonfirmasi, peristiwa terjadi pada pukul 08:15 WIB pagi. Suara gemuruh reruntuhan terdengar luas oleh warga se antero pasar.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer, BPBD Lumajang: Permukiman Masih Aman

Kronologi: Ambruk Saat Cuaca Cerah

Warga tertimpa reruntuhan sebagian besar merupakan pedagang yang hendak melakukan aktivitas perdagangan kala itu. Ada 4 korban yang terkonfirmasi mengalami luka. 

Diantaranya, Sajiono (47) warga Desa Tempeh dan Islawati (50) warga Johoyudan yang merupakan pedagang baju. 

Kemudian Hasan Safii (64) dan seorang warga mengalami luka ringan. 

Korban luka kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Yosowilangun untuk mendapatkan penanganan medis. 

“Korban ada 4 orang. Rinciannya yang pedagang ada 3 orang mengalami luka di punggung dan leher. Satu orang lainnya mengalami luka ringan," beber Rusdiq.

Pemeriksaan polisi di tempat kejadian perkara didapati sebuah hipotesa jika ambruknya lapak bangunan pasar dari faktor usia bangunan.

Menurut polisi, uzurnya umur bangunan membuat kayu atap penyangga toko rapuh sehingga insiden bangunan ambruk terjadi.

Saat kejadian berlangsung, cuaca di pasar Krai terpantau cerah dan tidak ada angin. Hal tersebut menguatkan dugaan polisi jika ambruknya bangunan lapak karena usia yang sudah lapuk dan tidak pernah ada renovasi. 

"Untuk saat ini pembersihan sudah dilakukan yakni runtuhan bangunan lapak sudah dibersihkan oleh warga dan pedagang bersama-sama," ungkapnya. 

Sementara itu, insiden robohnya lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, turut jadi sorotan terkait kualitas bangunan infrastruktu pasar rakyat. 

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma menjelaskan bangunan pasar yang tidak layak harusnya tidak usah dipakai untuk aktivitas jual beli.

“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur pasar yang tidak layak tidak boleh lagi digunakan,” ujar Yudha.

Usai insiden ini, Yudha menuturkan Pemkab Lumajang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana pasar.

Baca juga: Ikhtiar Bupati Lumajang Rutin Gelar Khotmil Quran Tiap Jumat Legi: Berharap Bebas dari Musibah

Setelah ditinjau, ia menerima informasi jika  penyebab utama robohnya lapak adalah faktor bangunan tua yang sudah tidak layak digunakan. 

Bangunan lapak ambruk diketahui terbuat dari kayu tua dan bukan konstruksi permanen. 

“Tidak ada hujan dan tidak ada angin. Ini murni karena bangunan dasar yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan. Ini tidak boleh terulang,” jelasnya.

Yudha menegaskan seluruh biaya pengobatan warga terdampak bangunan roboh ditanggung oleh Pemkab Lumajang.

Ia memastikan warga terdampak telah mendapatkan perawatan medis baik yang menjalani perawatan di Puskesmas Yosowilangun maupun yang dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.