Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Masyarakat Kampung Nunggalrejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah gotong royong menambal jalan dengan material seadanya.
Upaya tersebut dilakukan setelah adanya insiden di awal Januari 2026 saat satu unit bus terperosok di parit saat menghindari lubang di jalan yang menghubungkan Kabupaten Lampung Tengah - Kota Metro tersebut.
Kondisi makin diperparah dengan kemacetan panjang, serta kendaraan yang kesulitan saat melintasi areal tersebut karena dipenuhi lubang yang dalam dan tergenang air.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa pagi (20/1/2026) tersebut sebagai upaya agar tidak terjadi kecelakaan serupa, sekaligus bentuk sarkasme kepada Pemerintah Provinsi Lampung, karena tidak mampu memberikan penanganan yang cepat menangani infrastruktur yang terlihat rusak parah sejak 3 tahun terakhir.
Dika (30), warga setempat mengaku sudah jengah menanti perbaikan jalan dari pemerintah, sedangkan dampak kerusakan jalan tersebut sangat dirasakan masyarakat, dan membuat resah pengendara sepeda motor terlebih saat musim hujan.
"Saat hujan jalanan tergenang air, mobil macet mengantre karena menghindari lubang agar sasis tidak tersangkut atau kehilangan keseimbangan. Kalau ada insiden mobil terguling dan lain sebagainya makin macet dan makin susah melewati jalan tersebut," katanya.
Bahkan, kata dia, warga setempat pun sempat melakukan aksi mandi di kubangan di tengah antrean kendaraan macet saat terjadi insiden bus terperosok ke dalam parit.
Sehingga, masyarakat kini melakukan kegiatan penimbunan jalan untuk mengurangi kedalaman lubang agar menguranhi risiko berbahaya untuk kendaraan yang melintas.
"Kalau sekarang ada truk atau bus terguling, mana mungkin pemerintah langsung bergerak esok harinya, bisa jadi bakal diperbaiki kalau sudah ada korban jiwa."
"Makanya masyarakat Kampung Nunggalrejo melakukan inisiatif, walaupun seadanya tapi eksekusinya cepat, setidaknya bisa mengurangi potensi kecelakaan," ujar dia.
Aksi penimbunan jalan itupun mendapat atensi dari jajaran anggota Polsek Punggur, bersama masyarakat turun langsung menimbun jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan karena membahayakan keselamatan pengendara tersebut.
Menyikapi hal terwebut, Kasi Humas Polres Lampung Tengah AKP Yakub Samsudin menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Polsek Punggur merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan.
“Kami mengapresiasi jajaran Polsek Punggur yang turut hadir dalam gotong royong tersebut sebagai bentuk atensi dan mendampingi masyarakat, sekaligus mengamankan lalu lintas saat gotong royong penimbunan jalan berlangsung."
"Diketahui kegiatan tersebut adalah penimbunan jalan yang dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga, khususnya bagi para pengguna jalan di wilayah setempat,” ujar AKP Yakub.
( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )