TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua (Fateta Unipa) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026, Selasa (20/1/2026)
Dekan Fateta Unipa, Budi Santoso, mengatakan bahea raker digelar dalam rangka penyusunan anggaran dan program kerja tahun anggaran 2026.
Ia mengatakan bahwa setiap awal tahun, fakultas wajib menyusun program kerja yang selaras dengan perjanjian kinerja yang telah ditetapkan.
“Setiap fakultas memiliki perjanjian kerja dengan Rektor, dan Rektor juga memiliki perjanjian kerja dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)," uajarnya.
Oleh karena itu, setiap fakultas harus menyusun program-program yang mendukung pencapaian target tersebut.
Menurutnya, raker menjadi wadah untuk menampung seluruh usulan program kerja satu tahun dari masing-masing unit di lingkungan Fateta Unipa.
Baca juga: Mahasiswa FATETA UNIPA Presentasikan Inovasi Mesin Ekstraksi Pati Sagu
Budi menagatakan program-program tersebut nantinya akan disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas dan universitas.
“Pada prinsipnya, fakultas menampung seluruh program dari unit-unit yang ada. Selanjutnya akan disusun menjadi program kerja fakultas, dengan kemungkinan adanya penambahan atau pengurangan sesuai dengan perkembangan dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Budi menambahkan, sejumlah program lama seperti MBKM tetap dipertahankan karena masih relevan dan mendukung capaian kinerja.
Selain itu, Fateta Unipa juga tengah menyiapkan pengembangan unit baru, yakni unit rumah produksi.
“Unit rumah produksi ini dirancang untuk mengakomodasi para alumni yang masa tunggunya masih panjang dan belum mendapatkan pekerjaan, namun memiliki minat untuk terlibat dalam kegiatan produksi,” katanya.
Melalui unit tersebut, produk-produk hasil kegiatan akan diupayakan untuk dikelola secara komersial sehingga dapat memberikan pendapatan bagi para alumni yang terlibat.
“Dari situ mereka bisa mendapatkan pendapatan. Ini juga menjadi upaya menjawab IKU yakni memperpendek masa tunggu lulusan,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa persaingan dunia kerja yang semakin ketat serta keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan perguruan tinggi.
"Oleh sebab itu, fakultas berupaya menghadirkan program inovatif yang dapat menjadi solusi alternatif," katanya.
Terkait pengelolaan anggaran, Budi Santoso menegaskan bahwa Fateta Unipa selalu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Sumber dana fakultas berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BUPTN).
“Dari fakultas kemudian dihitung potensi yang bisa diperoleh dari PNBP dan BUPTN. Potensi ini bisa saja mengalami penambahan, pengurangan, atau tetap, tergantung alokasi yang diterima,” jelasnya.
Baca juga: FATETA UNIPA Latih Jemaat GKI Gunung Tabor Soribo untuk Olah Pangan Lokal
Ia menyebutkan, efisiensi anggaran tahun sebelumnya untuk PNBP tidak menjadi persoalan karena bersumber dari SPP mahasiswa.
Namun, efisiensi yang berdampak pada BUPTN, khususnya untuk operasional, masih menunggu kepastian jumlah anggaran yang akan disalurkan.
“Rill-nya nanti setelah bagian perencanaan universitas menginformasikan kepada fakultas berapa anggaran yang didapatkan,” ujarnya.
Selain dua sumber dana tersebut, fakultas juga didorong untuk mencari sumber pendanaan lain melalui kerja sama dengan pihak eksternal guna mendukung pelaksanaan program kerja.
“Dana itu sangat relatif, cukup atau tidak, tergantung bagaimana kita memaksimalkannya. Yang terpenting adalah strategi dan upaya peningkatan ke depan,” katanya.
Melalui rapat kerja ini, ia berharap seluruh kekurangan pada tahun sebelumnya dapat diperbaiki dengan strategi yang lebih baik sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai pada tahun 2026.
Ia juga berharap dosen dan tenaga kependidikan dapat bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan program-program yang telah disusun bersama.
"Semoga ada perubahan yang positif di tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya,” tutup Budi.