Pola Makan Seperti Apa agar Anak Bisa Terhindar dari Obesitas Dok?
January 21, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Seperti apa pola makan sehat yang ideal untuk anak agar terhindar dari obesitas ini, Dokter?”

(Jurnalis TribunHealth.com dalam Healthy Talk “Waspada Obesitas pada Anak, antara Gizi, Gaya Hidup, hingga Masa Depan Anak”)

Jawaban Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit UNS, dr. Aisya Fikritama, Sp.A:

“Ya, pada dasarnya ada namanya isi piringku.

Dulu istilahnya 4 sehat 5 sempurna ya, sekarang istilahnya isi piringku.

Jadi karbohidrat itu ada setengah piring ya, 50 sampai 55 persen karbohidrat.

Ini enggak harus nasi.

Walaupun orang Indonesia tuh memang kebanyakan makannya nasi.

Kalau misalnya maunya diganti ketela atau ubi itu enggak masalah ya.

Tapi jangan kebanyakan juga nasinya.

Karena kita selain makan nasi… itu nanti juga kita dapat dari misalnya minum es teh manis, es sirup, itu udah ada gulanya lagi.

Jadi yang betul itu makan tuh yang cukup gitu.

Terus selain karbohidrat nanti ada protein sekitar 20%.

Terus ada lemak 20 sampai 30%.

Kemudian atau 15 sampai 20%.

Kemudian ada vitamin mineral 5 sampai 10%.

Vitamin mineral ini kita dapatkan dari sayur sama buah.

Nah, jadi kalau misalnya kita habis makan makan besar gitu ya, itu boleh dikasih dessert atau makanan penutupnya berupa sayur dan buah.

Kalau bisa selalu ada sayur ya dalam menu-menu kita supaya seimbang gitu, dapat mineral-mineral juga.

Nah, yang obesitas tuh gimana, Dok yang dimakan?

Biasanya mereka nasinya lebih banyak gitu.

Terus dikasih, ee, asupan-asupan dari lemak yang tinggi.

Misalnya makannya, jeroan-jeroan, makanan-makanan yang bersantan, gorengan gitu kan.

Terus makanan ultra processed food misalnya sosis, burger, pizza juga ada sosis-sosisnya ya.

Pokoknya semua makanan yang enggak real food itu kita katakan ultra process food ya.

Yang dia butuh berkali-kali proses baru itu disajikan ke orang gitu untuk dimakan.

Atau mungkin frekuensinya, mungkin makannya  seperti itu tadi yang saya sebutkan, tapi dia sering makannya.

Harusnya tiga kali sehari plus dua snack gitu.

Atau mungkin cemilannya cemilan berat.

Harusnya kan cemilan tuh ya buah atau sayur ringan gitu.

Nah, itu terlalu banyak cemilan.

Ada pasien saya yang cewek, remaja perempuan, obesitas

Saya tanya, "Dek, kamu makannya berapa kali sehari?"

"Aku tuh enggak pernah makan, Dok. Enggak pernah makan nasi."

"Terus kamu makan apa?"

"Iya, tapi aku suka makan bakso, makan seblak."

Jadi, bagi dia itu enggak dianggap makan kalau enggak makan nasi.

Tapi justru dia cemilannya banyak, arem-arem atau apa, tahu bakso segala macam.

Jadi, itu harus diperhitungkan juga jumlah kalori harian.

Kalau asupan yang kita makan, ngelebihin kebutuhan kalori harian kita, ya udah, itu akan menumpuk, menumpuk, menumpuk menjadi cadangan, cadangan lemak, dan itu akan menjadi obesitas jangka panjangnya nanti.”

Simak penjelasan lengkapnya di sini

Profil Dokter

dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, merupakan Dokter Spesialis Anak yang kini berpraktik di RS UNS Sukoharjo dan Balai Kesehatan Masyarakat Ambarawa.

dr. Aisya menyelesaikan pendidikan SMA lewat program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta.

Tertarik dengan dunia kedokteran, dr. Aisya kemudian menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Di Universitas tersebut, dia menyelesaikan studi dokter umum dan melanjutkan pendidikan spesialis anak.

Selama masa studinya, ia aktif sebagai asisten dosen dan peneliti.

Pengalaman kerja dr. Aisya sangat beragam.

dr. Aisya pernah bekerja sebagai dokter internship di RSUD Pandanarang Boyolali dan Puskesmas Boyolali II, kemudian berlanjut sebagai dokter umum di berbagai institusi termasuk Klinik Kimia Farma Adi Sucipto dan RS UNS.

Pada tahun 2023, ia pernah bekerja di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali.

dr. Aisya kemudian bergabung dengan RS UNS Sukoharjo sebagai dokter spesialis anak, serta menjadi dosen dan staf pengajar hingga kini.

Selain itu, sekarang ia juga berpraktik di RSU Hidayah Boyolali serta RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi

Tidak hanya aktif dalam praktik medis, dr. Aisya juga dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai pelatihan dan organisasi.

Ia telah mengikuti banyak pelatihan seperti Pediatric Fundamental Critical Care Support (PFCCS) dan Resusitasi Neonatus, yang menambah keahliannya dalam bidang pediatri.

Dedikasi dan keahliannya telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Juara Favorit I Duta Bahasa Jawa Tengah dan Juara I Lomba Debat Inggris antar Fakultas Kedokteran Se-Jawa Bali.

Ia juga aktif menulis dan meneliti, dengan beberapa karyanya diterbitkan dalam jurnal medis.

Profil lengkap dr. Aisya Fikritama, Sp.A dapat dibaca di sini.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.