Jenazah Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 Masih Diidentifikasi, DVI Minta Keluarga Bersabar
January 21, 2026 08:04 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pramugari korban Pesawat ATR 42-500 sudah tiba di Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Selasa (20/1/2026) pukul 22.38 WITA.

Ia merupakan korban kedua ditemukan di lereng Bulusaraung, Pangkep, Minggu (18/1/2026).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel sementara melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). 

Jenazah ditempatkan di belakang RS Bayangkara Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, membenarkan telah menerima satu kantong jenazah.

Jenazah itu diserahkan Basarnas dan kini sedang menjalani pemeriksaan post mortem oleh tim DVI.

Baca juga: Jasad Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 di Tompo Bulu Pangkep, Korban Pertama di Kampung Baru Maros

“Kami dari tim DVI Polda Sulsel telah menerima satu kantong mayat dari Basarnas dan saat ini sudah berada di Biddokkes. Sekarang proses pemeriksaan atau identifikasi,” ujar Didik di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.

Identitas korban belum dapat diumumkan kepada keluarga.

“Secara fisik memang perempuan. Tapi karena korban perempuan ada dua, kami belum bisa memastikan identitasnya,” jelasnya.

Tim DVI saat ini tengah mengumpulkan data post mortem jenazah.

Nantinya akan direkonsiliasikan dengan data ante mortem yang sebelumnya telah dikumpulkan dari keluarga korban.

“Kita akan kumpulkan ciri-ciri post mortem, sementara data ante mortem sudah kami kumpulkan. Setelah itu baru dilakukan rekonsiliasi atau pencocokan data. Jika sudah cocok, baru akan kami sampaikan,” katanya.

Kecepatan bukan menjadi prioritas utama dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ini. 

Ketepatan dan keakuratan data menjadi hal yang paling penting agar tidak terjadi kesalahan fatal.

“Kami tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarga korban. Karena jenazah baru masuk, kami mohon semua pihak bersabar,” tegas Didik.

Hingga saat ini, operasi SAR dan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlanjut.

Hal ini seiring upaya pencarian korban lainnya serta pengumpulan data pendukung untuk memastikan identitas korban secara resmi.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.