- Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland memicu ketegangan serius di internal aliansi NATO.
Sejumlah pejabat sekutu dikabarkan mulai membatasi aliran informasi intelijen ke Washington karena khawatir data sensitif dapat disalahgunakan oleh pemerintahan AS.
Langkah itu disebut muncul setelah Trump berulang kali menegaskan keinginannya.
Untuk menguasai Greenland dengan dalih kepentingan keamanan nasional serta upaya membendung pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.
Seorang pejabat senior NATO menyebut (20/1) kekhawatiran utama sekutu adalah potensi penggunaan intelijen bersama untuk merancang langkah agresif terhadap Greenland.
Pejabat tersebut menegaskan keputusan menahan sebagian informasi bukan sekadar spekulasi, melainkan langkah pencegahan demi menghindari penyalahgunaan data strategis.
Jika kerja sama intelijen benar-benar terganggu, dampaknya dinilai dapat meluas pada kemampuan NATO dalam memantau ancaman terorisme, serangan siber, serta pergerakan militer negara rival.
Melemahnya pertukaran intelijen juga berpotensi mengganggu koordinasi pertahanan kolektif NATO yang selama ini menjadi tulang punggung keamanan Eropa.