Lokasi Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Belum Dievakuasi karena Terkendala Medan Ekstrem
January 21, 2026 09:19 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Tim SAR Gabungan akhirnya mengetahui lokasi keberadaan black box Pesawat ATR 42-500, Selasa (21/1/2026) malam.

Black box atau kotak hitam pesawat adalah perangkat vital berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data teknis dan percakapan kokpit untuk investigasi kecelakaan,

Meski disebut kotak hitam, warnanya justru oranye terang agar mudah ditemukan, dirancang tahan banting dan suhu ekstrem.

Fungsinya kotak hitam merekam semua parameter penerbangan (kecepatan, ketinggian, bahan bakar) dan dialog pilot, menjadi "saksi bisu" untuk analisis penyebab kecelakaan demi meningkatkan keselamatan penerbangan di masa dep

Pesawat ATR 42-500 PK-THT hilang kontak, Sabtu (17/1/2026).

Penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 pertama kali ditemukan Sabtu siang, beberapa saat setelah hilang kontak.

Lokasinya di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur.

Pada hari keempat pencarian, lokasi black box ditemukan.

Namun, proses evakuasi perangkat penting tersebut masih terkendala medan ekstrem yang sulit dijangkau.

Hal itu diungkap Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, saat ditemui di posko utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa malam.

Ia mengatakan, posisi ekor pesawat telah berhasil diidentifikasi oleh tim di lapangan. 

Dari titik tersebut, diketahui pula lokasi black box berada di bagian ekor pesawat.

“Lokasi ekor pesawat sudah kita ketahui di mana,” katanya.

Untuk mencapai titik tersebut, kata dia, Tim SAR Gabungan membutuhkan perlengkapan khusus berupa tali dengan panjang sekitar 100 meter dari Pos 8 guna melakukan teknik grappling menuju area pesawat.

“Kita harus memerlukan dari Pos 8 tali sekitar 100 meter untuk bisa grappling ke area pesawat,” ujarnya.

Lokasi ekor pesawat berada di sisi selatan gunung dengan kontur tebing curam, sehingga menyulitkan pergerakan personel SAR.

“Lokasi ekornya ada di bagian selatan,” ungkapnya.

Terkait keberadaan black box, Basarnas Makassar telah melakukan koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan titik pasti perangkat perekam tersebut.

“Letak black box-nya sendiri kami sudah berkoordinasi dengan KNKT, letak dari black box itu dari bagian ekor,” jelasnya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih mempersiapkan strategi dan peralatan tambahan agar proses penjangkauan lokasi ekor pesawat dan black box dapat dilakukan dengan aman.

Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan meski black box belum ditemukan, tim khusus telah disiapkan untuk melakukan pencarian di bagian ekor pesawat.

“Ada tim yang khusus untuk ke ekor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, lokasi bagian ekor pesawat berada di area lereng yang curam sehingga membutuhkan teknik khusus dalam proses pencarian.

“Dan itu posisinya juga harus menggunakan teknik repling. Ini di lereng juga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pencarian akan tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat medan terjal dan cuaca yang masih berpotensi menjadi kendala di lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.