Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Lapak bangunan di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, roboh saat aktivitas jual beli sedang berlangsung, Selasa (20/1/2026).
Akibatnya, 4 orang warga mengalami luka-luka usai tertimpa lapak bangunan.
Kapolsek Yosowilangun, Iptu Rusdiq membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Iptu Rusdiq mengatakan, peristiwa terjadi pada pukul 08:15 WIB.
Suara gemuruh reruntuhan terdengar luas oleh warga yang berada di pasar.
Warga yang tertimpa reruntuhan sebagian besar merupakan pedagang yang hendak melakukan aktivitas perdagangan kala itu.
Ada 4 korban yang terkonfirmasi mengalami luka.
Di antaranya, Sajiono (47) warga Desa Tempeh dan Islawati (50) warga Johoyudan Lumajang yang merupakan pedagang baju.
Kemudian Hasan Safii (64) dan seorang warga mengalami luka ringan.
Korban luka kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Yosowilangun untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Musala di Sampang Ambruk Akibat Tanah Longsor
“Korban ada 4 orang. Rinciannya yang pedangan ada 3 orang mengalami luka di punggung dan leher. Satu orang lainnya mengalami luka ringan," beber Rusdiq.
Pemeriksaan polisi di tempat kejadian perkara didapati sebuah hipotesa jika ambruknya lapak bangunan pasar karena faktor usia bangunan.
Menurut polisi, uzurnya usia bangunan membuat kayu atap penyangga toko rapuh sehingga insiden bangunan ambruk terjadi.
Saat kejadian berlangsung, cuaca di pasar Krai terpantau cerah dan tidak ada angin.
Hal tersebut menguatkan dugaan polisi jika ambruknya bangunan lapak karena usia yang sudah lapuk dan tidak pernah ada renovasi.
"Untuk saat ini, pembersihan sudah dilakukan yakni runtuhan bangunan lapak sudah dibersihkan oleh warga dan pedagang bersama-sama," ungkapnya.
Sementara itu, insiden robohnya lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, turut jadi sorotan terkait kualitas bangunan infrastruktu pasar rakyat.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma menjelaskan, bangunan pasar yang tidak layak harusnya tidak usah dipakai untuk aktivitas jual beli.
“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur pasar yang tidak layak tidak boleh lagi digunakan,” ujar Yudha.
Usai insiden ini, Yudha menuturkan, Pemkab Lumajang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana pasar.
Setelah ditinjau, ia menerima informasi jika penyebab utama robohnya lapak adalah faktor bangunan tua yang sudah tidak layak digunakan.
Bangunan lapak yang ambruk diketahui terbuat dari kayu tua dan bukan konstruksi permanen.
“Tidak ada hujan dan tidak ada angin. Ini murni karena bangunan dasar yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan. Ini tidak boleh terulang,” jelasnya.
Yudha menegaskan, seluruh biaya pengobatan warga terdampak bangunan roboh ditanggung oleh Pemkab Lumajang.
Ia memastikan, warga terdampak telah mendapatkan perawatan medis, baik yang menjalani perawatan di Puskesmas Yosowilangun maupun yang dirujuk ke RSUD dr Haryoto Lumajang.