Berikut selengkapnya:
Dua siswa di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terindikasi terpapar paham kekerasan True Crime Community (TCC) alias Neo Nazi.
Paham kekerasan itu berkembang lewat berbagai platform di dunia maya.
Para penganutnya diarahkan untuk melakukan aksi kekerasan yang menjurus terorisme.
Dua siswa ini telah cukup terpapar dan berpotensi melakukan tindakan.
Beruntung Densus 88 bertindak gercep dengan melakukan identifikasi dan pencegahan.
Rapat koordinasi untuk menyikapi kasus tersebut di UPTD PPA Pemprov Sulut, Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut digelar pada Selasa (20/1/2026).
Hadir Densus 88 Antiteror Polri, Polda, Kesbangpol, Dinas PPA Sulut, Dinas Pendidikan Daerah Sulut dan lainnya.
Kadis P3AD Pemprov Sulut Wanda Musu mengatakan, kedua anak tersebut masih di bawah umur.
"Satu SMP dan satu SMA, keduanya tidak saling sekolah," katanya.
Sebut dia, informasi tentang kedua siswa itu diketahui pihaknya pada akhir tahun 2025.
"Kami langsung tindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama," katanya.
Wanda menyatakan, pendampingan langsung diberikan terhadap dua anak tersebut.
Pihaknya bertemu dengan keduanya segera orang tua mereka.
"Kami sudah lima kali adakan pendampingan, kami juga ingin mencari tahu apa penyebab mereka sampai terpapar paham kekerasan itu," kata dia. Baca selengkapnya di sini
Ayah dan anak di Kotamobagu, Sulawesi Utara menjadi korban pembacokan.
Kotamobagu berjarak sekitar 181 kilometer dari Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara.
Jarak tersebut dapat ditempuh dengan estimasi waktu tempuh sekitar 4 jam menggunakan kendaraan bermotor.
Peristiwa pembacokan ayah dan anak di Kotamobagu ini terjadi pada Selasa 20 Januari 2026.
Tempat Kejadian Perkara berada di pasar ikan Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu.
Korban diketahui bernama Muhammad Rizal Mokodampit (22) dan Meydi Mokodompit (53).
Mereka adalah warga di kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Sementara pelakubernama Abdullah Ali (49) warga di kelurahan yang sama. Baca selengkapnya di sini
Warga Kelurahan Mahakeret Lingkungan I, Kecamatan Wenang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat remaja laki-laki, Selasa (20/01/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber Tribun Manado, identitas mayat yang ditemukan adalah seorang remaja bernama Godbless Solang asal Manado dan berdomisili di Matungkas Minut.
Ia merupakan salah satu siswa SMP Negeri 1 Manado.
Menurut sumber Tribun Manado, dalam grup salah satu organisasi gereja, telah diinfokan kalau remaja tersebut telah meninggal dunia.
Berikut isi pesan yang disampaikan:
Mahakeret adalah salah satu kelurahan di kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
Jarak Mahakeret ke Pusat Kota Manado Pasar 45 adalah 6,5 km atau bisa ditempuh dengan naik kendaraan 17 menit lewat Jl. Arie Lasut. Baca selengkapnya di sini
(Tim TribunManado.co.id)