Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Jaring nelayan di Kota Cirebon sepanjang 2025 tak hanya mengangkat ikan, tetapi juga angka-angka yang melampaui ekspektasi.
Produksi perikanan daerah ini melonjak tajam hingga menembus 155 persen dari target, menandai kinerja sektor kelautan yang kian bergairah dan menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat pesisir.
Capaian tersebut terungkap dari data Pemerintah Kota Cirebon yang mencatat realisasi produksi sektor perikanan pada 2025 melampaui target yang telah ditetapkan, baik pada subsektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.
Baca juga: Breaking News: KA Menoreh Tabrak Truk di Perlintasan Tanpa Palang di Cirebon, Lokomotif Rusak Parah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan, target produksi perikanan tangkap pada 2025 ditetapkan sebesar 5.090,40 ton.
Namun, realisasi produksi yang dicapai justru melonjak hingga 7.894,71 ton atau setara 155,09 persen dari target.
"Untuk perikanan tangkap, target kita sekitar 5.090 ton, sementara realisasinya mencapai hampir 7.895 ton. Ini artinya capaian kita sudah menembus 155 persen,” ujar Elmi saat diwawancarai media, Selasa (20/1/2026).
Menurut Elmi, lonjakan produksi tersebut mencerminkan kinerja sektor perikanan yang terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Stabilnya aktivitas melaut para nelayan menjadi salah satu faktor utama di balik capaian tersebut.
Baca juga: KA Menoreh Tabrak Truk di Cirebon, Jalur Hilir Lumpuh, Tak Ada Korban Jiwa
“Aktivitas nelayan relatif stabil sepanjang 2025, ditambah dukungan program dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga produksi perikanan bisa terus meningkat,” ucapnya.
Tak hanya pada perikanan tangkap, kinerja menggembirakan juga tercatat pada subsektor perikanan budidaya.
Elmi menyebut, target produksi perikanan budidaya pada 2025 ditetapkan sebesar 376,50 ton, namun realisasi produksinya mencapai 416,64 ton atau sekitar 110,66 persen dari target.
“Perikanan budidaya juga melampaui target. Ini didorong oleh optimalisasi sarana serta pendampingan teknis yang kami lakukan kepada para pembudidaya ikan,” jelas dia.
Ia menilai sektor perikanan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan di Kota Cirebon.
Dari sisi penerimaan daerah, kinerja sektor perikanan turut tercermin dari capaian retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kejawanan.
Pada 2025, target retribusi TPI Kejawanan ditetapkan sebesar Rp 1,39 miliar, dengan realisasi mencapai Rp 1,50 miliar atau sekitar 107,31 persen dari target.
Baca juga: Penyaluran BLT Kesra di Majalengka Dimulai, Ini Cara Cek Status Penerimanya
“Ada surplus retribusi sekitar Rp102 juta. Ini menunjukkan aktivitas pelelangan ikan berjalan cukup baik,” katanya.
Menghadapi 2026, DKP3 Kota Cirebon berencana memperkuat pembinaan terhadap nelayan dan pembudidaya ikan guna menjaga tren peningkatan produksi yang telah tercapai.
Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan sejumlah program pendukung sektor perikanan.
“Ke depan, pembinaan akan terus kami perkuat agar kinerja sektor perikanan tetap terjaga dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.