Tingkat Kebocoran Air PDAM di Denpasar Bali 33,92 Persen, Direktur PDAM Tirta Sewakadarma Ungkap Ini
January 21, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kebocoran air atau non revenue water (NRW) Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar masih berada di atas rata-rata nasional.

Standar NRW untuk rata-rata nasional adalah 25 persen.

Meski demikian, NRW di Denpasar, Bali, mengalami penurunan.

Tercatat NRW tahun 2025 sebesar 33,92 persen atau turun 0,58 persen dari tahun 2024.

Baca juga: 69 Water Meter Pelanggan PDAM di Badung Hilang Diembat Maling, Ini Respon Perumda Tirta Mangutama 

Di mana di tahun 2024, tingkat NRW berada di angka 34,5 persen.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan jaringan distribusi.

Namun, ia mengakui tingkat kebocoran air di Denpasar masih tergolong tinggi.

Salah satu penyebab utama tingginya NRW adalah kondisi pipa distribusi yang telah melampaui umur teknis, yakni di atas 30 tahun.

"Selain faktor usia pipa, pekerjaan proyek saluran drainase yang menggunakan alat berat juga kerap memicu kebocoran pada jaringan pipa air bersih," katanya, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, Perumda Air Minum telah menyiagakan petugas di lokasi proyek untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebocoran.

Begitu pipa diketahui bocor, petugas langsung melakukan perbaikan agar gangguan layanan kepada pelanggan dapat diminimalkan.

Sebagai langkah lanjutan untuk menekan angka NRW, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma juga melakukan penggantian jaringan pipa, khususnya pipa sekunder dan tersier di kawasan perumnas.

Program penggantian pipa tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan dan ditujukan sebagai solusi jangka pendek hingga menengah.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Perumda Air Minum masih menunggu realisasi kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.