TRIBUNTRENDS.COM - Kabar meninggalnya Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban kecelakaan, menyisakan duka mendalam.
Pramugari berusia 33 tahun yang akrab disapa Olen itu dikenang sebagai pribadi yang lembut, penyayang, dan penuh kesabaran oleh para junior serta rekan kerjanya.
Selain itu, rencana pernikahan Florencia Lolita Wibisono dengan kekasih pilotnya juga tak terwujud.
Baca juga: Reaksi Keluarga Farhan Gunawan saat Basarnas Sebut Data Smartwatch Rekaman Lama, Harapan Pupus
Kesedihan mendalam diungkapkan oleh Chindy Mulyani, salah satu junior Florencia.
Ia menuturkan bahwa Olen merupakan sosok senior yang tak pernah bersikap keras dan selalu dengan sabar membimbing junior-juniornya di dunia penerbangan.
Menurut Chindy, Olen juga dikenal cerdas dan cepat tanggap dalam bekerja.
Karena itu, ia sempat berharap sang senior bisa bertahan hidup saat kabar kecelakaan pesawat mencuat.
“Mba Olen itu idola aku. Enggak pernah marah, selalu ngasih arahan. Mba orangnya pintar,” ungkap Chindy penuh haru.
Rekan-rekan seprofesi Florencia mengenang Olen sebagai pribadi yang baik hati dan menyenangkan.
Sejumlah pesan haru membanjiri media sosial, mencerminkan betapa kepergian Olen meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang di sekitarnya.
“Ya Allah, sakit sekali rasanya kehilangan mba Olen,” tulis salah satu rekannya.
Baca juga: Jenazah Perempuan Korban Pesawat ATR Tiba di Mortem Biddokkes Polda Sulsel, Tempuh Jarak 85,7 Km
Tak hanya rekan kerja, kabar duka ini juga mengguncang keluarga dan calon suami Florencia.
Diketahui, Olen tengah bersiap memasuki fase baru dalam hidupnya dan dikabarkan akan segera menikah.
Kerabat almarhumah, Juwita, mengungkapkan bahwa keluarga besar sudah lama menantikan momen bahagia tersebut.
Selama ini, Florencia diketahui menjalin hubungan dengan seorang pilot.
“Kami semua sudah menunggu hari bahagianya,” ujar Juwita.
Meski keluarga mengetahui adanya rencana pernikahan, tanggal pasti belum sempat ditentukan.
Namun kabar bahwa Florencia akan segera menikah sudah diketahui keluarga di Minahasa.
“Kami dengar rencananya secepatnya, tapi belum tahu kapan,” ujar Yanti, anggota keluarga lainnya.
Kini, harapan untuk melihat Florencia melangkah ke pelaminan harus kandas seiring kepergiannya.
Baca juga: Profil Florencia Lolita, Pramugari Korban ATR 42-500 yang Berencana Menikah, 14 Tahun di Lion Air
Jenazah Florencia Lolita Wibisono ditemukan pada Senin (19/1/2026) di kawasan tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Saat ditemukan, Olen masih mengenakan seragam pramugari lengkap dengan nametag.
Setelah proses evakuasi yang memakan waktu dua hari, Tim SAR berhasil membawa jenazah Olen bersama satu korban lainnya ke posko terdekat.
Sebelumnya, identitas jasad perempuan yang ditemukan sempat menjadi misteri. Kepastian baru diperoleh setelah pemeriksaan antemortem dan postmortem dilakukan oleh tim DVI Polda Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, menyampaikan hasil identifikasi tersebut.
“Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan data antemortem AM004 dan teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ujarnya.
(TribunTrends.com/Talitha)