Sungai Ujung Tanah Mendadak Ramai, BWS Sumatera V Minta Pemko Padang Tertibkan Aktivitas Mandi-mandi
January 21, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang akan menyurati Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk meminta menertibkan aktivitas mandi-mandi masyarakat di Sungai Jembatan Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Langkah tersebut diambil menyusul ramainya aktivitas warga di lokasi tersebut usai banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang beberapa waktu lalu. 

Area sungai yang dipenuhi hamparan pasir mendadak viral dan dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi wisata dadakan.

Baca juga: Sungai Ujung Tanah Padang Mendadak Jadi Tempat Wisata Usai Banjir Bandang, Parkir Gratis

RAPAT- Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyampaikan rencana penertiban aktivitas masyarakat di Sungai Ujung Tanah saat pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Kota Padang, Selasa (20/1/2026).
RAPAT- Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyampaikan rencana penertiban aktivitas masyarakat di Sungai Ujung Tanah saat pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Kota Padang, Selasa (20/1/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

“Kami akan menyurati Pemko Padang terkait hal ini,” ujar Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, saat pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Selasa (20/1/2026).

Menurut Naryo, penyuratan itu bertujuan meminta Pemko Padang melakukan penertiban demi keselamatan masyarakat.

“Kami minta Pemerintah Kota Padang melakukan penertiban. Sementara untuk masyarakat yang beraktivitas di sana akan kita berikan teguran,” jelasnya.

Baca juga: BWS Sumatera V Normalisasi 43 Sungai di Sumbar, 25 Sungai Sudah Masuk Tahap Pengerjaan

Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya air seperti sungai, irigasi, maupun embung tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui mekanisme perizinan sesuai aturan yang berlaku.

“Terkait pemanfaatan sumber air, baik sungai, irigasi, maupun embung, itu harus mengajukan perizinan ke bagian perizinan pusat sesuai Peraturan Menteri PUPR. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Naryo.

Kondisi ini mengubah wajah sungai yang sebelumnya menyisakan trauma, menjadi ruang rekreasi sementara bagi warga.

Baca juga: Berpotensi Hujan Ringan Sepekan ke Depan, BMKG: Belum Bisa Pulihkan Krisis Air di Padang

Pantauan Wartawan TribunPadang.com, Arif Ramanda Kurnia, pada Senin (12/1/2026) petang, suasana di bawah jembatan Ujung Tanah tampak ramai dikunjungi warga. 

Langit senja yang menyemburat jingga berpadu dengan jernihnya aliran sungai, menciptakan pemandangan yang menenangkan.

Tawa anak-anak terdengar riuh memecah suasana sore, sementara sejumlah pengunjung lainnya memanfaatkan lokasi tersebut untuk berenang dan berswafoto. 

Hamparan pasir lembut di sepanjang sungai membuat kawasan itu dijuluki warga sebagai “Pantai Ujung Tanah”.

Tak hanya itu, deretan pedagang kaki lima pun mulai bermunculan di sekitar lokasi, menjajakan aneka makanan ringan bagi para pengunjung. 

Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga, meski di sisi lain menyisakan potensi risiko keselamatan yang kini menjadi perhatian serius pihak berwenang. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.