Pemkab Batang Hari Gandeng BNN Perkuat Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
January 21, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba yang kian mengancam generasi muda.

Berdasarkan data kepolisian selama tahun 2025, kasus narkoba di Batanghari menunjukkan angka penindakan yang signifikan dengan pengungkapan puluhan kasus yang didominasi oleh peredaran sabu dan ekstasi.

Pada awal tahun saja, Satresnarkoba Polres Batanghari telah mengamankan 14 tersangka dari belasan gram barang bukti, yang kemudian diikuti oleh pengungkapan besar oleh Polda Jambi di wilayah tersebut dengan sitaan mencapai 1 kg sabu dan 2.500 butir ekstasi.

Secara keseluruhan, Batanghari menjadi salah satu titik fokus operasi pemberantasan narkotika di Provinsi Jambi guna menekan laju peredaran gelap yang menyasar berbagai lapisan masyarakat di daerah tersebut.

Sementara itu,dalam kunjungan Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol Asep Saepudin, ke Kantor Bupati Batang Hari pada Selasa (20/1/2026), sejumlah aspek dibahas.

Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief, membenarkan adanya pertemuan tersebut yang secara khusus membahas strategi kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba.

Ia menegaskan, persoalan narkoba tidak bisa ditangani secara parsial dan membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, hingga masyarakat.

“Kita harus bekerja sama untuk mencegah anak-anak kita terpapar narkoba dan menyelamatkan generasi muda,” ujar Fadhil Arief.

Menurutnya, narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan ancaman serius terhadap masa depan bangsa. Dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga membebani keluarga serta melemahkan produktivitas masyarakat.

“Narkoba ini bisa merusak bangsa, membebani keluarga, dan membuat masyarakat menjadi tidak produktif. Karena itu pencegahan dan penanganannya harus dilakukan secara efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Fadhil Arief menyebut, langkah pencegahan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti sosialisasi, kampanye anti narkoba, dakwah, serta kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

“Kita harus mencegah anak-anak kita terpapar narkoba dengan kampanye, dakwah, dan kegiatan positif yang dikolaborasikan bersama,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Batang Hari tidak berada dalam posisi aman dan berpotensi terdampak jika tidak diantisipasi sejak dini, terutama di wilayah desa yang rawan peredaran narkoba.

“Batang Hari juga tidak luput dari masalah ini. Karena itu pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat harus bersama-sama mencegah dan menangani kasus narkoba,” katanya.

Melalui penguatan kolaborasi dengan BNN Provinsi Jambi, Pemkab Batang Hari berharap dapat menjadi contoh daerah dalam penanganan narkoba secara komprehensif demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Baca juga: Fakta PETI di Sarolangun 17.362 Hektare, Sehari 8 Orang Tewas di Dusun Mengkadai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.