Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Polsek Kota Agung mengidentifikasi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan sebuah truk bermuatan batu bata di Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (20/1/2026) pukul 23.30 WIB.
Kapolsek Kota Agung AKP Feriyantoni mengatakan, usai menerima laporan, petugas patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Kota Agung, yakni Bripka Rensi Riandi dan Bripda Juan Agil, segera mendatangi lokasi kejadian.
"Kami melakukan pengamanan lokasi kecelakaan, pengaturan arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi kendaraan guna mencegah terjadinya kemacetan," kata Feriyantoni, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi, peristiwa tersebut melibatkan satu unit truk Isuzu Giga warna hijau tosca dengan nomor polisi BE 8551 XC.
Truk yang dikemudikan Nurdiyanto (38), warga Kelurahan Siring Balak, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, itu melaju dari Pringsewu menuju Krui.
Kecelakaan bermula saat truk melintas di Jalinbar Pekon Way Gelang.
Tiba-tiba truk terperosok ke lubang hingga mengalami pecah ban.
"Akibatnya, kendaraan tidak dapat dikendalikan, oleng, menabrak halaman depan rumah warga, terbalik, dan mengalami kebakaran di bagian depan kendaraan,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan korban, pengemudi langsung keluar dari kendaraan.
“Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan menjauhkan korban dari kendaraan yang terbakar,” ungkapnya.
Feriyantoni menegaskan, pengemudi hanya mengalami luka ringan pada bagian kaki dan nyeri di dada.
“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian itu. Pengemudi dievakuasi ke rumah warga dalam kondisi luka ringan,” tandasnya.
Menurut Nurdianto, mobil yang dikendarainya tiba-tiba oleng setelah menghantam lubang.
Lalu badan truk miring ke kanan dan menghantam tebing tanjakan di jalan tersebut.
“Mobil saya pecah ban. Setelah ban masuk ke lubang, lalu mobil miring ke kanan dan menghantam tebing tanah yang ada di situ. Kemudian tak lama terbakar,” kata Nurdianto.
“Saya tidak menduga. Semua berkas yang ada di mobil ikut hangus dilalap api,” tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)