Dosen RI Isi Kuliah Umum-Dialog di Jepang, Soroti Pendidikan Anak
GH News January 21, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Sejumlah dosen Indonesia mengisi kuliah umum dan dialog di Jepang, Selasa (20/1/2026). Para dosen menyoroti pendidikan anak di hadapan mahasiswa internasional Soka University dan perwakilan komunitas Soka Gakkai di Toda International Memorial Hall.

Associate Professor Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) Dr Devie Rahmawati dalam kuliahnya mengatakan, pendidikan bukan hanya jalur akademik, melainkan instrumen sosial. Fungsinya termasuk untuk menjaga kemanusiaan, khususnya di tengah tantangan digital.

Pandangan tersebut selaras dengan pemikiran filsuf buddhis, penyintas Perang Dunia II, dan pendiri Soka Gakkai International (SGI) Daisaku Ikeda. Menurut Ikeda, sederhananya, memberi nilai adalah kemampuan seseorang untuk menemukan makna, meningkatkan eksistensi, dan berkontribusi pada kesejahteraan orang lain dalam keadaan apa pun.

"Di tengah dunia yang semakin bising dan terfragmentasi, pendidikan harus menjadi tempat anak menemukan makna, arah, dan keberanian untuk menciptakan nilai bagi orang lain," ujar Devie, dikutip dari keterangan yang diterima detikEdu.

Transformasi pendidikan menurut Devie harus dimulai dari pengalaman sehari-hari anak. Caranya yaitu dengan membangun hubungan positif dengan figur dewasa, menumbuhkan budaya dialog yang konsisten, dan mendukungnya dengan aktivitas kolektif yang memberi makna.

"Di dunia digital, tidak cukup hanya memberi informasi. Yang dibutuhkan adalah activation, ruang offline yang membangun kebiasaan dialog, tanggung jawab, dan kontribusi sosial. Kami menilai pendekatan ini penting agar anak-anak cerdas tidak terperangkap dalam ekosistem digital yang dapat mendorong isolasi sosial, radikalisasi ide, atau normalisasi kekerasan," kata Devie. Wakil Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) ini mengatakan, penerapannya antara lain dilakukan di sekolah.

"Di masa ketika kebaikan mudah hilang dalam kesibukan, kita harus merawatnya dengan sistem. Pendidikan adalah salah satu cara paling nyata untuk itu," ucapnya.

Sekolah sebagai Tempat Dialog dan Tumbuh Bersama

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dewan Pengawas YPKBI, Zaky Ramadhan memaparkan inisiatif pendidikan yang dilaksanakan pihaknya. Yayasan ini diketahui tengah mengembangkan jaringan sekolah asrama di Indonesia. Sekolah-sekolahnya menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB).

Salah satu sekolah jaringan YPKBI, SMA Kemala Taruna Bhayangkara, memberi pendidikan gratis dan asrama bagi 160 siswa yang diterima dari 14 ribu pendaftar. Dengan kurikulum IB, pembelajaran siswa ditekankan pada cara berpikir kritis, refleksi, dan pembentukan karakter.

"Dalam dunia digital yang penuh percepatan, anak muda sering diposisikan hanya sebagai calon pemimpin masa depan. Padahal, mereka adalah aktor moral hari ini. Karena itu, YPKBI memandang pendidikan sebagai praktik humanisme yang hidup," ucap praktisi transformasi organisasi dari Folks Strategic ini.

"Selaras dengan gagasan Daisaku Ikeda bahwa perdamaian dibangun melalui manusia, satu per satu, melalui pendidikan yang menumbuhkan keberanian, kebijaksanaan, dan welas asih," sambungnya.

Kuliah umum ini juga menghadirkan kontribusi akademik dari dosen Binus University dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Assoc Prof Dr La Mani SIP M Sc dari Binus University menilai, inisiatif pendidikan semacam ini dapat memungkinkan dialog dengan anak muda, pembelajaran bersama, dan pengelolaan perbedaan secara sehat dan berkelanjutan. Cara ini juga memungkinkan anak muda punya ruang sosial yang terstruktur.

Selaras, Dr Wiratri Anindhita SIP M Sc dari UNJ menilai sekolah dapat menjadi institusi tempat anak belajar berdialog dan bertumbuh bersama.

"Dalam konteks masyarakat yang semakin terfragmentasi, inisiatif seperti YPKBI penting karena menyediakan wadah institusional tempat anak muda belajar berinteraksi, berdialog, dan bertumbuh bersama. Ini bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi investasi jangka panjang," ucap Wiratri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.