Rumah Ferry Irawan Korban Pesawat ATR 42-500 di Cikaret Bogor Masih Sepi, Istri Berharap Mukjizat
January 21, 2026 06:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Ferry Irawan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) menjadi salah satu korban pesawat ATR 42-500.

Rumah Ferry yang berlokasi di Komplek Perumahan Mina Bhakti Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, masih terlihat sepi pada, Rabu (21/1/2026).

Pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, rumah Ferry ini sendiri bernomor 150 dengan cat abu dan berpagar hitam.

Terihat suasana rumah Ferry masih sepi dan kosong tanpa aktifitas.

Lampu depan rumahnya masih dibiarkan menyala.

Di rumah Ferry pun tidak ada aktifitas warga yang terlihat.

Ketua RT setempat Ari Fakhrizal mengatakan, rumah itu kosong sejak hari pertama kejadian.

Istri dan anak-anaknya langsung pergi ke Bekasi.

“Kosong dari hari pertama. Ke Bekasi semua,” kata Ari kepada TribunnewsBogor.com.

Meski begitu, Ari mengaku sempat menghubungi istri dari Ferry Irawan.

Istri Ferry dan anaknya diminta oleh ibu kandung Ferry untuk tinggal di Bekasi sambil menunggu informasi keberadaan Ferry.

Istri Ferry dalam pesannya itu juga menyampaikan bahwa keluarga masih berharap Mukzizat.

Selain itu, pada tanggal 19 Januari lalu, anak pertama Ferry sudah terbang ke Makassar.

“Terimakasih banyak pak RT. Sementara waktu kami diminta sama ibu Mertua saya untuk stay dirumah ibu dulu di Bekasi pak. Semalam anak saya yang besar sudah bertolak ke Makassar didampingi oleh uwanya,” tulis pesan istri Ferry kepada Pak RT.

“Semalam anak saya yg besar diminta ke Makassar terkait identifikasi DNA / Ante mortem. Tapi kami sekeluarga sangat berharap papanya ditemukan dalam keadaan selamat. Mohon doanya pak RT,” sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.