Buntut Kasus Dugaan Guru Cabuli 23 Murid SD, Sekolah di Tangsel akan Dipasangi CCTV Tambahan
January 21, 2026 08:00 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana untuk memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah dengan mengoptimalkan dan menambah pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

Langkah itu dilakukan menyusul adanya dugaan kasus pelecehan di salah satu Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikbud Tangsel, Didin Sihabudin, mengatakan penambahan kamera pengawas itu juga dilakukan sebagai upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, serta untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik.

Baca juga: TERUNGKAP! Guru SD Negeri di Tangsel Cabuli Murid Sejak Tahun 2023, Korban Puluhan

Menurutnya, meski di sejumlah sekolah SD negeri maupun swasta di Tangsel sudah terpasang CCTV, namun jumlahnya belum menjangkau seluruh ruangan, terutama ruang belajar siswa.

“Di beberapa titik (sekolah) seperti di lorong dan gerbang sekolah sebenarnya sudah terpasang CCTV, tinggal kita menambah di ruang-ruang kelas,” ujarnya kepada TribunBanten.com, Rabu (21/1/2026).

“Supaya sekolah juga bisa memantau langsung pelaksanaan belajar mengajar para siswa,” sambungnya.

Didin mengungkapkan, pengawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga pada tata kelola sekolah.

Menurutnya, pengawasan aktivitas belajar mengajar serta kegiatan ekstrakurikuler di seluruh sekolah negeri maupun swasta harus ditingkatkan.

Salah satu bentuknya, kata dia, menerapkan aturan agar ruang kelas sekolah tetap terbuka saat jam pembelajaran berlangsung.

“Artinya, dengan begitu tidak ada lagi ruang atau kesempatan bagi para pelaku untuk menutupi modus pelecehan,” katanya.

Selain penguatan sarana pengawasan, Dindikbud Tangsel juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan dan pemulihan psikologis bagi peserta didik yang terdampak.

Dalam menjalankan hal itu, Dindikbud Tangsel bakal menjalin kerja sama dengan dinas terkait dan unit perlindungan anak.

“Artinya, kita bersama-sama dengan UPTD PPA akan menyiapkan psikolog, guru-guru agama terkait dengan treatment agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Didin.

Dikabarkan sebelumnya, seorang guru di salah satu SD negeri Tangerang Selatan diduga mencabuli puluhan muridnya.

Kasus tersebut diungkap langsung oleh salah satu wali murid yang menyebut bahwa hingga saat ini terdapat 23 anak yang menjadi korban, dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring penyelidikan kasus.

Ia mengungkapkan, dugaan pelecehan itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.