Sriwijaya FC Krisis Finansial, Rekrut Pemain Tanpa Digaji, Sukarela demi Menit Bermain
January 21, 2026 09:24 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan raksasa sepak bola Indonesia, Sriwijaya FC, berada di ambang kehancuran. Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu diketahui mengalami krisis finansial dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini.

Isu ini bukan hanya isapan belaka dan sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Krisis yang dialami Sriwijaya FC menyebabkan pembayaran gaji yang telat hingga akomodasi tim yang seadanya ketika menjalani pertandingan taandang.

Hal itu juga yang kemudian membuat sejumlah pemain Sriwijaya FC hengkang di masa transfer putaran kedua Liga 1 Januari hingga awal Februari mendatang.

Satu per satu pemain pergi hingga hanya menyisakan 15 pemain, tiga di antaranya penjaga gawang pada pertengahan Januari lalu.

Setelah itu, dengan segenap kemampuan finansial yang dimiliki Sriwijaya FC, mereka tetap berupaya mendatangkan pemain baru di periode transfer ini.

Bahkan yang terbaru, ada sejumlah pemain yang bergabung secara "sukarela". Ya sukarela. Sriwijaya FC tidak memberikan gaji, hanya menyiadakan tempat tinggal dan makan.

KEKALAHAN SRIWIJAYA - Pemain Sriwijaya FC tampak terduduk lesu dan harus mengakui keunggulan Persekat Kabupaten Tegal dengan skor tipis 0–1 pada matchday ke-6 Championship 2025/26 di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (17/10/2025). (Instagram Sriwijaya - 17/10/2025)
KEKALAHAN SRIWIJAYA - Pemain Sriwijaya FC tampak terduduk lesu dan harus mengakui keunggulan Persekat Kabupaten Tegal dengan skor tipis 0–1 pada matchday ke-6 Championship 2025/26 di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (17/10/2025). (Instagram Sriwijaya - 17/10/2025) (Instagram.com/Sriwijayafc.id)

Upaya Manajemen

Manajemen Sriwijaya FC tidak bisa berbuat banyak meskipun segenap upaya telah dilakukan demi eksistensi klub yang pernah juara Dvisi Utama sepak bola Indonesia dua kali ini (2007/2008 dan 2011/2012).

Harapan sederhananya bisa bertahan di kasta kedua untuk musim 2026/2027 mendatang.

Manajer klub Sriwijaya FC, Eko Saputro tidak menampik isu ini. Ia secara terang-terangan mengungkapkan kondisi finansial klub yang terngah krisis.

Meskipun begitu, manajemen tetap mendatangkan pemain baru guna melengkapi skuat yang ada sebelumnya. Pemain yang mereka rekrut adalah yang siap berjuang sepenuh hati, bukan melulu soal gaji.

"Kita lihat untuk anggaran keuangan tim ini sendiri kalau bisa dibilang, minus," katanya, dikutip dari Sripoku.

"Sekarang pemain yang mau gabung dengan Sriwijaya FC yang tidak memikirkan nominal. Jadi benar-benar mereka sepenuh hati ingin main," sambungnya.

Terbaru, untuk menambah kekuatan tim Laskar Wong Kito, Sriwijaya mendatangkan sampai enam pemain yang notabene mantan pemain Liga 2. Namun tidak dijelaskan siapa saja pemain tersebut.

Menariknya, pemain baru yang direkrut menyandang status tanpa gaji.

"Pamain-pemain ini gak digaji. Mereka mau tolong saya dan Sriwijaya FC sambil mencari menit bermain buat persiapan musim depan," ungkap asisten pelatih Sriwijaya FC, Joe Berry kepada Sripoku, Rabu (21/1/2026).

"Manajemen hanya menyanggupi makan dan mess saja," tambahnya.

Skenario Terburuk

Pemain-pemain baru yang didatangkan Sriwijaya FC belum sepenuhnya bisa dimainkan karena terkendala masalah administrasi.

Tidak hanya itu, chemistry tim pun belum terbentuk yang menyebabkan kekalahan telak diraih dengan skor 7-0 dari Bekasi City pada 16 Januari lalu.

Pelatih Sriwijaya FC Budi Sudarsono yang gajinya belum dibayar klub selama empat bulan terakhir dan sudah menyatakan keinginan untuk hengkang pun angkat bicara. Sulit rasanya menjalani kompetisi dengan materi pemain seperti saat ini.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu tidak bisa berbuat banyak.

"Dengan pemain Sriwijaya FC sekarang, kita tidak bisa berharap banyak. Mudah-mudahan berjalan lancar," katanya.

"Pemain baru tidak bisa mengangkat tim Sriwijaya FC. Pemain baru pilihan manajemen. Pilihannya manajer Eko Saputro," jelasnya.

Sebelum pernyataan Budi, Eko menguatarakan skenario terburuk dari musim yang buruk ini. Sriwijaya FC berada di dasar klasemen zona Barat dengan koleksi 2 poin dari 16 pertandingan.

Jumlah tersebut terpaut 15 poin dengan tim yang juga berada di zona degradasi, Persekat Tegal.

Jika dihitung peluang hingga akhir musim, degradasi ke Liga 3 rasanya tidak akan lepas dari jeratan Sriwijaya FC.

"Kalau hasilnya degradasi, saya dan pak Anggoro (direktur olahraga PT SOM Anggoro Prajesta) tetap kawal Sriwijaya FC ini untuk berbenah dan ke depannya bisa meloloskan ke Liga 2 lagi," ungkap Eko.

"Rencana itu sudah sampai dua tahun ke depan. Kalau pahit-pahitnya kita degradasi, mau gak mau Liga 3 minimal dari awal kita ulang lagi, cari uang, dan sponsor," bebernya.

Pada matchday ke-17 Liga 2 pekan ini, Sriwijaya FC akan menghadapi rival sedaerah, Sumsel United yang kini bertengger di posisi 3 klasemen zona barat dengan koleksi 27 poin.

Pertandingan Sriwijaya vs Sumsel United itu akan berlangsung di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang pada Sabtu (24/1/2026) jam 15.30 WIB.

(Tribunnews.com/Sina, Sripoku/Abdul Hafiz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.