TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Penampungan sampah di Pasar Kutasari Purbalingga overload hingga sering dikeluhkan.
Kondisi ini pun membuat Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH PKP) Kabupaten Purbalingga mulai mencari solusi agar tumpukan sampah tak menimbulkan masalah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH PKP Purbalingga, Nurdin Luthofa menjelaskan, sampah di Pasar Kutasari paling banyak dikomplain dibanding pasar lain.
"Memang betul, Pasar Kutasari ini sering dikomplain soal kondisi sampahnya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, ada beberapa persoalan terkait tumpukan sampah di pasar ini.
Di antaranya, volume sampah yang melebihi kapasitas.
Baca juga: Cemari Lingkungan, Tumpukan Sampah di Pasar Kutasari Purbalingga Dikeluhkan Warga
Menurutnya, sampah yang masuk setiap hari di pasar tersebut tidak semuanya berasal dari aktivitas pasar tetapi juga dari sampah-sampah masyarakat sekitar.
"Jadi, sampah yang timbul ini besar."
"Kami, sekali angkut bisa sampai lima ton."
"Tapi, meski demikian, tetap saja volumenya tidak berkurang karena sampah yang masuk setiap harinya banyak, bukan hanya dari pedagang tapi juga dari masyarakat sekitar," tuturnya.
Persoalan lain, pihaknya mengalami keterbatasan armada pengangkut.
Ia mengatakan, saat ini, pengambilan sampah di Pasar Kutasari hanya dilakukan satu kali dalam sepekan.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, efektivitas pengangkutan terkendala oleh sopir armada pengangkut.
"Kemarin memang sempat tidak efektif, karena ada kendala di drivernya. Sehingga sampah pun semakin menumpuk dan banyak komplain yang masuk," ujarnya.
DLH PKP sendiri, sebenarnya sempat menawarkan solusi jangka panjang dengan mendorong kerja sama antara Pasar Kutasari dengan TPS3R setempat.
Namun, hingga kini kerja sama tersebut belum terwujud.
Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya berencana menambah frekuensi pengangkutan sampah.
"Saat ini, satu unit dump truck kami masih dalam kondisi perbaikan."
"Nanti, kalau armada tersebut sudah kembali beroperasi, kami berencana menambah satu tim pengangkut."
"Jadi, nanti ada tambahan litase pengambilan menjadi dua kali dalam seminggu," jelasnya.
Baca juga: Imunisasi di Kabupaten Purbalingga Tahun 2025 Lampaui Target
Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi solusi agar permasalahan sampah di Pasar Kutasari dapat diminimalkan.
"Harapannya, dengan adanya tambahan litase nanti bisa meminimalisir lah volume sampah di lokasi tersebut," katanya.
Sementara itu, sampah-sampah yang diangkut dari pasar oleh DLH PKP, lanjut Nurdin, nantinya akan berakhir di TPA Kalipancur.
Di sisi lain, kondisi TPA tersebut saat ini sudah melebihi kapasitas.
Sehingga, pihaknya masih sangat mendorong agar pihak pasar mampu bekerja sama dengan TPS3R setempat.
"Kami masih sangat mendorong agar pihak pasar dapat bekerjasama dengan TPS3R setempat."
"Karena, kalau kami tidak membatasi sampah yang masuk ke TPA, umur TPA bisa lebih cepat habis," ujarnya.
Meskipun rencana pembangunan landfill kedua di TPA Kalipancur sudah ada, dan lengkap dengan lahan seluas 1,6 hektare, ia mengatakan, hingga saat ini proses tersebut belum dapat terealisasikan karena terbatasnya jumlah anggaran.
"Sehingga, kalau bicara solusi jangka pendek, kita paling akan menambah litase pengambilan."
"Namun, untuk arah ke depannya, memang harus ada solusi yang lebih baik untuk mengurangi sampah ke TPA, salah satunya dengan kerja sama dengan TPS3R."
"Harapannya, nanti bisa benar-benar didorong untuk ke arah ini," katanya. (*)