Video Call Terakhir Andy Pilot ATR 42-500, Istri Masih Syok, Berharap Suami Lagi Kerja: Besok Pulang
January 21, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kebiasaan Capt Andy Dahananto melakukan panggilan video dengan keluarganya kini hanya tinggal kenangan.

Panggilan yang dulu rutin dilakukan itu biasanya ditujukan tidak hanya kepada sang istri, tetapi juga anak-anaknya.

Kini, layar ponsel keluarga tak lagi menampilkan wajah Andy seperti hari-hari sebelumnya.

Capt Andy diketahui merupakan pilot pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Selain bertugas sebagai pilot, Andy juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT Indonesia Air Transport (IAT) sejak tahun 2019.

Karier penerbangannya dimulai setelah ia lulus dari Juanda Flying School pada 1987.

Setahun berselang, tepatnya pada 1988, Andy mulai meniti karier sebagai pilot pesawat sayap tetap atau fix wing.

Dalam kesehariannya, Capt Andy menetap bersama keluarga di Perumahan PWS, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pesawat yang dipiloti Andy bertolak dari Yogyakarta dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (17/1/2026).

Dalam penerbangan tersebut, Andy membawa total sembilan orang di dalam pesawat.

Tiga di antaranya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sementara sisanya adalah kru pesawat.

Sosok Andy dikenal dekat dan peduli terhadap keluarganya, sebagaimana diungkapkan adik iparnya, Agus Mahardianto.

Baca juga: Jerit Tangis Istri Andy Pilot ATR 42-500, Setia Nunggu Suami di Posko: Mau Ketemu Terakhir Kali

PESAWAT JATUH - Foto terakhir Capt Andy Dahananto (kanan) bersama istri (tengah) dan anak tirinya Zalsabilla Zahra Nadya Maharani (kiri), sebelum insiden pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak saat perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
PESAWAT JATUH - Foto terakhir Capt Andy Dahananto (kanan) bersama istri (tengah) dan anak tirinya Zalsabilla Zahra Nadya Maharani (kiri), sebelum insiden pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak saat perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026). (Tribun Timur)

Menurut Agus, Andy adalah figur yang penuh perhatian namun tetap memiliki ketegasan dalam bersikap.

“Perhatian untuk keluarga. Kedua cukup tegas, tapi humoris,” ujarnya.

Di tengah duka, kondisi istri Capt Andy masih belum pulih dari rasa syok mendalam.

Agus menyebut, sang kakak iparnya masih sulit menerima kenyataan atas musibah tersebut.

“Terutama kakak saya ibu Andy Dahananto. Beliau masih berasa tidak percaya karena terlalu sering ditinggal tugas, jadi anggapannya seperti kayak tugas biasa kemungkinan besok atau lusa pulang kembali ke rumah,” katanya.

Harapan untuk menerima kembali panggilan video dari Andy kini berubah menjadi penantian yang penuh kesedihan bagi keluarga.

Video Call Terakhir

Sebelum hilang kabar, Andy masih melakukan kebiasaannya.

Kata Agus, Andy terbiasa melakukan video call dengan anak, istri dan keluarga sebelum terbang.

"Komunikasi terakhir Sabtu pagi jam 8 sebelum take off, seperti biasa di Jogja dia kontak video call," katanya.

Ketika mendarat pun Capt Andy selalu melakukan hal serupa.

"Dan biasanya setelah landing beliau juga lakukan video call. Itu yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun tidak pernah absen," katanya.

Saat video call tak banyak yang diucapkan Andy.

PILOT PESAWAT - Capt Andy Dahananto (kanan), pilot pesawat ATR Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Andy Dahananto diketahui menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air sejak Juni 2019 dan merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987.
PILOT PESAWAT - Capt Andy Dahananto (kanan), pilot pesawat ATR Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Andy Dahananto diketahui menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air sejak Juni 2019 dan merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987. (Istimewa via TribunTimur)

Baca juga: Misteri Jejak Langkah Kaki Farhan Co Pilot Pesawat ATR 42-500, Rekaman Lama, Harapan Keluarga Pupus

"Beliau hanya menyapa istri, anak, 'doakan happy landing'. Singkat tapi selalu dilakukan terhadap keluarga," katanya.

Pesawat yang dibawa Andy dijadwalkan landing sekitar pukul 12.00 WIB, namun sampai satu jam kemudian ia tak kunjung video call.

"Kemarin dengan kesibukan masing-masing kita tunggu memang, harusnya 12,17 sudah landing, tapi sampai 13.17 belum landing nah itu yang buat kami semua khawatir," katanya.

Sampai kemudian Indonesia Air Transport (IAT) memberi kabar bahwa pesawat Capt Andy lost contact.

"IAT juga menghubungi kami menyampaikan bahwa terjadi lost contact," katanya.

Kebiasaan tersebut juga dilakukan pada anak tirinya, Zalsabilla Zahra Nadya Maharani.

Zahra tinggal di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan Capt Andy jarang sekali menyambanginya.

"Papa itu jarang pulang karena harus standby di Bandara Halim. Kalau Menteri Kelautan yang mau terbang harus papa yang nyetir," katanya.

Meski begitu ia menilai Andy sebagai sosok ayah yang baik.

Ketika ia lahiran pun, Capt Andy menyempatkan waktu video call.

"Waktu aku melahirkan papa video call, terus nanya kabar. Padahal dalam situasi lagi kerja," katanya.

Keduanya terakhir bertemu pekan lalu.

Andy berjanji akan kembali nanti Rabu 4 Februari 2026 untuk menikmati kuliner.

"Papa suka sekali kulineran. Jadi kalau pulang pasti ngajak makan di luar. Makanan favorit papa itu sop buntut," katanya.

Setelah menerima kabar yang dialami Capt Andy, ibu Zahra langsung menuju ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

"Mama sejak minggu subuh sudah menunggu di sana dengan tante. Mereka berangkat berdua naik bus dari Sorowako," katanya.

(TribunNewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.