Sosok Yazid Ahmad Firdaus Bukan Pendaki Pemula, Sudah Sering Naik Mongkrang, Ayah: Mau Ikut Event
January 21, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus (26) saat mendaki Bukit Mongkrang sejak Minggu (20/1/2026) malam menyisakan kekhawatiran mendalam bagi keluarga.

Meski demikian, keluarga menegaskan bahwa Yazid bukanlah pendaki pemula.

Pengalaman mendaki sudah kerap ia miliki, khususnya di kawasan Bukit Mongkrang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh ayahnya, Sapto Mulyadi (53), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Menurut Sapto, anak ketiganya itu telah beberapa kali melakukan pendakian di jalur yang sama sebelum kejadian ini.

Karena sudah terbiasa, pihak keluarga pun tidak melarang Yazid untuk kembali mendaki.

“Anak saya sudah pamit, dan saya ijinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik di Bukit Mongkrang,” kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (21/1/2026).

Setelah mendapat kabar Yazid dinyatakan hilang, Sapto dan istrinya, Rustiningsih (52), segera bergerak menuju lokasi.

Keduanya langsung menuju basecamp Bukit Mongkrang tanpa menunda waktu.

Sejak saat itu, mereka memilih menetap di area basecamp untuk menunggu perkembangan pencarian.

Baca juga: Nasib Yazid Ahmad Firdaus, Pendaki di Mongkrang yang Hilang, Kegiatan Mendaki Ternyata Sudah Biasa

TERJUNKAN DRONE - Penampakan pesawat drone yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar di Bukit Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (20/1/2026) malam setelah mendaki Bukit Mongkrang bersama 3 rekannya.
TERJUNKAN DRONE - Penampakan pesawat drone yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar di Bukit Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (20/1/2026) malam setelah mendaki Bukit Mongkrang bersama 3 rekannya. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Sapto menyatakan kesiapannya bergabung bersama para relawan demi menemukan sang anak.

“Saya dan istri sudah di sini setelah mendapatkan kabar hilangnya anak saya, dan rencananya, saya mau naik dengan relawan untuk cari anak saya, tapi melihat situasi cuaca,” kata Sapto.

Sempat Pamit ke Ortu

Sapto menuturkan, Yazid berpamitan pada Sabtu (17/1/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB untuk mendaki bersama Salman, Sukma, serta satu rekan lainnya.

Rombongan tersebut tiba di Basecamp Mongkrang pada Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

"Anak saya minta izin ke saya dengan tujuan untuk olahraga, kemudian, pukul 15.30 WIB, Salman menghubungi salah satu anak saya untuk memastikan pulang apa belum, setelah itu pukul 18.00 WIB saya dapat kabar anak saya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian," jelasnya.

Lebih lanjut, Sapto menyampaikan bahwa Yazid merupakan lulusan STT Tekstil Bandung atau yang kini bernama Politeknik STTT Bandung.

CEMAS - Sapto Mulyadi (53), ayah Yazid Ahmad Firdaus (26) survivor pendaki bukit mongkrang yang dikabarkan menghilang setelah melakukan pendakian bersama teman-temannya berada di basecamp Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Ia siap bergabung dengan relawan dalam melakuakn pencarian .
CEMAS - Sapto Mulyadi (53), ayah Yazid Ahmad Firdaus (26) survivor pendaki bukit mongkrang yang dikabarkan menghilang setelah melakukan pendakian bersama teman-temannya berada di basecamp Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Ia siap bergabung dengan relawan dalam melakuakn pencarian . (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Baca juga: Update Pencarian Yazid Ahmad Firdaus Pendaki Hilang di Mongkrang, Area Diperluas, Drone Diterjunkan

Yazid sempat bekerja di PT Sritex, namun terkena pemutusan hubungan kerja.

"Yazid sudah lulus dan sempat kerja di Sritex namun kena layoff, namun dia sempat melamar kerja di pabrik tekstil di Bandung dan menunggu panggilan interview," kata dia.

Ia juga menyebut, pendakian tersebut berkaitan dengan persiapan mengikuti sebuah kegiatan, meski tidak mengetahui secara pasti acara yang dimaksud.

"Ya, dia ke atas untuk persiapan ikuti even itu tapi tidak tahu even apa," ungkap dia.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.