11 Jam Angin Kencang Terjang Bulukumba-Sinjai, Atap Rumah Terbang hingga Jalur Nasional Lumpuh
January 21, 2026 10:22 PM

TRIBUNBULUKUMBA.COM, GANTARANG - Angin kencang menerjang dua kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Bulukumba dan Sinjai, Rabu (21/1/2026).

Cuaca ekstrem ini berlangsung selama sekitar 11 jam, sejak pukul 10.00 Wita hingga 20.00 Wita dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Angin kencang terdengar bergemuruh dari kawasan perbukitan dan lembah hingga ke wilayah pesisir pantai di kedua daerah tersebut.

Dampaknya, sejumlah peristiwa terjadi, mulai dari atap rumah warga diterbangkan angin hingga pohon tumbang menimpa rumah dan kendaraan.

Di Bijawang, Jalan Poros Bulukumba-Sinjai sempat tertutup total sekitar pukul 15.00 Wita akibat pohon tumbang.

Akses jalan nasional itu lumpuh setelah sejumlah pohon roboh dan menimpa satu unit mobil minibus.

Akses jalan baru dapat dilalui kembali setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba memotong batang pohon yang melintang di jalan.

Proses evakuasi turut dibantu warga sekitar, sopir truk, dan pengendara yang melintas.

“Akses jalan sudah dapat dilalui kembali setelah pohon tumbang dibersihkan,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris.

Cuaca buruk tidak hanya melanda wilayah daratan Bulukumba, tetapi juga berlanjut hingga ke perairan.

Baca juga: KMP Bontoharu Tujuan Bira-Sikeli Dihantam Gelombang 2 Meter, Truk Saling Bentur di Atas Kapal

Di Pelabuhan Bira, dua unit kapal tidak diizinkan berlayar menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penutupan pelayaran dilakukan karena kecepatan angin mencapai 35 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter di perairan Bulukumba dan Selayar.

Sementara itu, di Kabupaten Sinjai, sejumlah unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Laporan tersebut disampaikan melalui grup BPBD Sinjai.

Kerusakan rumah bervariasi, mulai dari atap yang hancur diterbangkan angin hingga bangunan yang tertimpa pohon tumbang.

Lokasi kejadian tersebar di wilayah dataran tinggi seperti Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Borong, sejumlah titik di Kecamatan Sinjai Selatan, hingga wilayah ibu kota Kabupaten Sinjai.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sinjai sekaligus Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octeve Amier, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.