PMK Mulai Serang Sapi di Trenggalek, Vaksinasi Kembali Digencarkan
January 21, 2026 08:44 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai merebak di Kabupaten Trenggalek.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek mencatat, kasus PMK telah menyerang sapi milik peternak di sejumlah kecamatan sejak akhir tahun 2025.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengatakan kasus PMK pertama kali muncul pada Desember 2025 di Desa Siki, Kecamatan Dongko.

"Bulan Desember sudah mulai ada beberapa kasus yang muncul. Di Desa Siki tercatat ada tujuh kasus, yakni tujuh ekor sapi milik lima peternak yang terserang PMK," kata Ririn, Rabu (21/1/2026).

Dari tujuh ekor sapi tersebut, satu di antaranya merupakan sapi anakan atau pedhet yang akhirnya mati akibat penyakit tersebut.

Memasuki Januari 2026, penyebaran PMK kembali meluas. Tercatat ada 22 kasus baru yang seluruhnya menyerang sapi potong di beberapa wilayah.

"Untuk Januari, satu kasus kembali muncul di Desa Siki dan saat ini sudah sembuh. Kemudian di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, ada 11 ekor sapi yang masih dalam proses penyembuhan. Sementara di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, terdapat 10 ekor sapi yang juga masih dalam proses penyembuhan," jelasnya.

Baca juga: Satgas Percepatan MBG Tulungagung Survei Epidemiologi Korban Keracunan Massal SMKN 3 Boyolangu

Ririn meyakini penularan PMK berasal dari lalu lintas dan aktivitas jual beli ternak, terutama kambing yang gejala PMK-nya relatif lebih ringan dibandingkan sapi sehingga kerap tidak terdeteksi.

"Setelah dibeli, ternak ditempatkan dalam satu kandang atau berdekatan dengan ternak lain termasuk sapi, kemudian menular," ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek kembali melakukan vaksinasi PMK.

Saat ini, dinas masih memiliki sisa stok vaksin tahun anggaran 2025 untuk sekitar 600 ekor sapi.

"Sebenarnya vaksinasi sebelumnya sudah cukup merata, tetapi aktivitas jual beli antar daerah terus terjadi. Vaksinasi terakhir di Trenggalek dilakukan pada Juli 2025, jadi memang sudah waktunya dilakukan vaksinasi ulang," tegas Ririn.

Ia juga memastikan ketersediaan vaksin PMK relatif aman, mengingat pemerintah pusat akan menyalurkan vaksin PMK ke Jawa Timur sebanyak 1 juta 510 ribu dosis.

Meski demikian, Ririn mengimbau pedagang dan peternak agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli ternak. 

Ia mengakui pedagang sebenarnya sudah berupaya menghindari ternak yang sakit, namun gejala PMK terkadang baru muncul beberapa hari setelah transaksi.

"Saran kami, beli ternak yang sehat, lalu dikarantina terlebih dahulu selama dua minggu. Jika tidak muncul gejala, baru boleh dicampur dengan ternak lain. Namun jika muncul gejala, segera laporkan," imbaunya.

Untuk sapi yang saat ini masih bergejala PMK, petugas memberikan penanganan berupa penyemprotan disinfektan serta pemberian vitamin oral guna mempercepat proses penyembuhan.

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.