TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rizal Bawazier, meminta Perum Bulog untuk turut turun tangan membantu korban banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul masih berlangsungnya masa tanggap darurat bencana banjir di wilayah tersebut hingga 30 Januari.
Rizal menyampaikan hal itu usai mendengarkan penjelasan Bulog terkait penyaluran bantuan logistik bagi daerah-daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
“Tadi kita mendengarkan penjelasan dari Bulog mengenai kerja bantuan Bulog untuk bencana di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita apresiasi apa yang Bulog telah lakukan, mudah-mudahan itu ada manfaatnya buat daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Poinnya itu, kita apresiasi,” kata Rizal.
Kendati demikian, Rizal secara khusus menyoroti kondisi di daerah pemilihannya, Pekalongan, yang saat ini tengah dilanda banjir cukup parah.
Dia mengaku telah menyampaikan secara langsung permintaan bantuan kepada Bulog.
“Secara pribadi saya sampaikan kepada Bulog, mohon untuk dibantu daerah Pekalongan, logistiknya atau apa,” ucapnya.
Rizal menjelaskan, banjir di Pekalongan terjadi sejak 16 Januari lalu dan menimbulkan berbagai dampak, termasuk terganggunya aktivitas transportasi.
“Banjirnya itu kemarin tanggal 16 Januari. Sehingga banyak kejadian, kereta tertunda, beberapa jalur kereta juga tertunda,” ucapnya.
Menurut Rizal, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 30 Januari.
Sebab itu, ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dapat segera disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak.
“Dari Pemda sudah menetapkan darurat sampai 30 Januari. Jadi kita harapkan dari BUMN, tadi PLN, sekarang Bulog, ada dukungan ke Kota Pekalongan,” ucap Rizal.
Dia menegaskan, peran Bulog sangat dibutuhkan dalam memastikan ketersediaan dan distribusi logistik bagi warga yang terdampak banjir, terutama di masa tanggap darurat.
“Kita harapkan ada peranan Bulog di dapil, khususnya di Kota Pekalongan yang sekarang kena bencana banjir. Itu poin utamanya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, banjir tersebut disebabkan oleh hujan yang mengguyur Kota Pekalongan pada Jumat (16/1), dari pukul 19.30 hingga 03.00 WIB.
Baca juga: Proses Pemulihan Jalur KA di Pekalongan, KAI Batalkan 34 Perjalanan Kereta
Selain disebabkan oleh tingginya curah hujan, juga diperparah luapan Sungai Bremi serta tidak berfungsinya pompa air, dengan ketinggian air 30-80 sentimeter.