Perluas Investasi, Sandiaga Uno Dorong Penguatan Kerja Sama RI-China
January 21, 2026 09:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno mendorong penguatan kerjasama bisnis antara Indonesia dan China untuk memperluas investasi dan membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sandiaga menyampaikan pesan tersebut di forum The Indonesia–China Business Bridge: Your Gateway to Investing in Indonesia yang digelar vOffice bersama Tianjin Economic-Technological Development Area (TEDA) dan Ikatan Alumni Beijing Foreign Studies University (BFSU), di vOffice Centennial Tower, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Sandiaga, kolaborasi lintas negara seperti ini memiliki peran strategis dalam mempertemukan pelaku usaha dengan peluang investasi yang tersedia di Indonesia.

“Kerja sama ini berpotensi membangun ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara, khususnya China, untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di Indonesia,” ujar Sandiaga.

Ia menilai Indonesia memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi, baik dari sisi pasar, sumber daya, maupun peluang pengembangan sektor strategis, termasuk ekonomi kreatif, pariwisata, dan industri berbasis nilai tambah.

Forum tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah serta mitra internasional.

Diantaranya, Sekjen TEDA One-Stop Overseas Service Center Emily Zhou, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Edy Junaedi Harahap, Staf Ahli Kementerian ESDM sekaligus Komisaris PLN dan BUMI Resources Anggawira, Assistant Country Manager Bank of China Jakarta Branch Liu Yue, serta Founder Zhejiang Jiebo Human Resources Co., Ltd. Chen Longyun.

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Kesetaran Ekonomi Dimulai dari Pemberdayaan Perempuan dengan Teknologi

Rangkaian kegiatan ditandai dengan peresmian dimulainya kerja sama antara vOffice, TEDA dan Ikatan Alumni BFSU, yang diharapkan dapat berlanjut dalam kemitraan jangka panjang.

Di sesi diskusi, para pembicara membahas berbagai peluang kerja sama, termasuk strategi masuk pasar (market entry), pemahaman regulasi, serta kesiapan ekosistem bisnis Indonesia dalam menyambut investasi asing.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan kesiapan daerahnya menjadi salah satu tujuan investasi.

“Kalimantan Barat menanti dengan tangan terbuka para pelaku usaha China yang ingin membangun dan mengembangkan bisnis di wilayah kami,” ujarnya.

Emily Zhou menilai ekosistem bisnis Indonesia memiliki daya tarik tinggi bagi investor global dan menyebut kerja sama ini dapat mempermudah akses perusahaan asing ke pasar Indonesia.

Dukungan serupa disampaikan Bank of China Jakarta Branch. Liu Yue menyatakan pihaknya siap mendukung ekosistem bisnis yang dibangun melalui kolaborasi tersebut guna mendorong kelancaran investasi dan aktivitas usaha lintas negara.

Melalui forum ini, vOffice menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem bisnis yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi global. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.