Sekolah KiniJadi Aliran Sungai, Ratusan Murid MIN 5 & RA Seunong-Pidie Jaya Belajar di Masjid
January 21, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN 5 Seunong dan Raudhatul Athfal atau RA setara dengan Taman Kanak-kanak atau TK lenyap ditelan banjir bandang di Pidie Jaya atau Pijay. 

Bencana meteorologi tersebut menyebabkan ratusan murid hilang tempat belajar, yang telah didirikan puluhan tahun di pinggir jalan menuju Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Pantauan Serambinews.com, Rabu (21/1/2026), menemukan bangunan MIN 5 Seunong dan RA didekat Krueng Meureudue berubah jadi aliran sungai.

Di lokasi madrasah, saat ini hanya tersisa dua tiang beton sebagai dinding pagar, yang kini teronggak kaku di bibir sungai. 

Lenyapnya dua bangunan madrasah, menyebabkan ratusan murid MIN 5 Seunong dan RA harus belajar darurat di masjid. 

"Bangunan MIN 5 dan RA ambruk ke aliran sungai saat banjir kedua, tanggal 27 November 2025," kata Kepala MIN 5 Seunong, Martini SAg, kepada Serambinews.com, Rabu (21/1/2026). 

Baca juga: Pemkab Aceh Utara Finalisasi Dokumen Rencana Rehab dan Rekon Pascabanjir

Ia menjelaskan, banjir bandang itu menyapu gedung MIN 5 dan RA yang dibangun di areal sekitar 1.000 meter, bersama mobiler dan fasilitas madrasah seperti laptop hilang terbawa banjir. 

Padahal, letak MIN 5 dan RA jauh dari bibir sungai yang tumbuh rumpun bambu. 

Kata Martini, saat ini yang tinggal hanya dua tiang beton sebagai pintu masuk, yang menjadi bukti di lokasi itu pernah berdiri gedung MIN 5 dan RA.

"Sebenarnya hari pertama banjir saya mau melihat kondisi MIN 5 Seunong, tapi kala itu akses jalan tidak bisa kita lintasi karena tingginya banjir. Namun, banjir susulan hari kedua, ternyata bangunan MIN 5, RA dan satu musalla hilang disapu banjir," jelas Martini, yang hampir dua tahun telah menjabat Kepala MIN 5 Seunong. 

Ia menyebutnya, pascabanjir 143 murid MIN 5 Seunong dan 23 murid RA belajar di Masjid Seunong, yang letaknya sekitar 500 meter dengan gedung MIN 5 yang hilang disapu banjir.

Saat ini,  empat tenda bantuan telah diberikan bersama mobiler.

Tenda itu bantuan dari BNPB dan Kankemenag Pidie Jaya.

Tenda bantuan itu rencananya akan segera dipasang, di kompleks masjid untuk kegiatan belajar mengajar atau KBM.

Selain itu, untuk kegiatan KBM sering digunakan tempat TPA.

"Jumlah murid belum mencapai 100 persen yang datang setiap hari, karena masih suasana duka akibat banjir," ujarnga.

Kata Martini, 143 murid yang menuntut ilmu di MIN 5 berasal dari Gampong Seunong, Genteng, Kulam, Meunasah Teungoh, Lancok dan Gle Cut.

Ada pun jumlah guru mencapai 25 orang, baik berstatus ASN, PPPK dan guru bakti. 

Ia menambahkan, saat ini pakaian madrasah untuk murid belum terpenui semuanya.

Kecuali, pakaian untun, Senin dan Selasa telah lengkap. 

Baca juga: Jadi Korban Banjir, Satpam di Polres Lhokseumawe Terima Bansos

MBG belum Disalurkan

Di sisi lain, kata Kepala MIN 5 Seunong, Martini SAg, mengungkapkan, saat ini murid MIN 5 dan RA Seunong belum mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, meski dirinya telah melaporkan ke Dinas Pendidikan Pidie Jaya. 

Menurutnya, MBG untuk sekolah/madrasah di Kecamatan Meurah Dua disalurkan serentak pada Januari 2026. Tapi, untuk MIN 5 dan RA Seunong belum kunjung disalurkan.

"Kita telah memberikan data jumlah murid untuk bisa menerima Program MBG, tapi kita belum mengetahui jadwal kepastian penyalurannya MBG tersebut. 

Katanya dalam waktu dekat ini disalurkan MBG ke MIN 5 dan RA Seunong yang letaknya sekitar 10 Km dengan Kantor Bupati Pidie Jaya," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.