Kepala BNPB Berkunjung ke Pesantren Ummul Ayman Samalanga Bireuen
January 21, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berkunjungan Pondok Pesantren Ummul Ayman di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Rabu (21/1/2026).

Kepala BNPB berkunjung untuk melihat langsung kondisi pesantren pascabanjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Sekaligus untuk melihat aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di Pondok Pesantren Ummul Ayman yang sudah berjalan kembali.

Sedangkan kedatangan Suharyanto yang mewakili pemerintah pusat tersebut untuk menyampaikan langsung pesan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang kini sedang fokus pada pemulihan dunia pendidikan usai bencana alam melanda Sumatra khususnya Aceh.

Dalam kesempatan itu, BNPB juga turut memberikan bantuan berupa perlengkapan ibadah, Alquran, serta kebutuhan logistik lainnya kepada santri dan santriwati di pondok pesantren tersebut.

Suharyanto juga beraudiensi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Ayman, Tgk Nuruzzahri atau dikenal Waled Nu beserta ratusan santri lainnya di aula gedung pendidikan setempat.

Baca juga: VIDEO - Air Force One Mendadak Putar Balik, Lampu Kabin Padam Saat Trump di Dalam Pesawat

“Yang paling dibutuhkan oleh santri di sini yaitu bantuan untuk membangun MCK sekitar tiga unit serta tempat tidur anak-anak yang rusak diterjang banjir besar,” kata Waled Nu di hadapan Kepala BNPB, Suharyanto.

Waled Nu juga menyampaikan, seluruh peralatan dan mobiler di pondok pesantren hampir semua rusak diterjang banjir.

Bahkan saat ini masih kewalahan membersihkan lumpur yang masih menumpuk di sebagian titik lokasi pondok pesantren.

“Bukan hanya itu, halaman olahraga para santri juga kini sudah tergerus menjadi aliran sungai baru,” papar Waled Nu.

Waled Nu juga berterima kasih kepada Letjen TNI Suharyanto yang sudah menyempatkan diri untuk berkunjung dan melihat kondisi terkini pondok pesantren pascaditerjang banjir.

Dayah dengan tenaga pengajar atau guru pengajian sebanyak 202 orang tersebut kini sudah kembali beraktivitas seperti biasanya.

Baca juga: VIDEO - Ribuan Batang Kayu Pascabanjir Masih Penuhi Simpang Jernih Aceh Timur

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut sedari pertama terjadi banjir besar di 18 kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak parah sampai saat ini belum pulih seluruhnya termasuk di Bireuen.

Dia bersama tim langsung terjun ke lokasi sampai dengan sekarang.

“Saya sendiri sudah keliling dan memahami kondisi daerah-daerah terdampak banjir besar. Apalagi Waled Nu menyebutkan santri di pondok pesantren ini berasal dari seluruh Aceh,” katanya.

Suharyanto mengaku turut merasakan rasa bahagia serta terharu lantaran bisa bertemu langsung dengan Waled Nu.

“Ini hari ke 58 pascabencana. Semuanya masih berat dan belum pulih, tapi saya lihat santri di sini semuanya sehat dan semangat. Itulah ciri calon pemimpin bangsa di masa mendatang,” imbuhnya.

Untuk diketahui berdasarkan data sementara dari Pemerintah Aceh, total pondok pesantren atau dayah terdampak banjir di Aceh 685 dayah. 

Baca juga: Mahasiswa KKN-PPM Unimal Kelompok 9 Bersihkan Dayah Pascabanjir Keude Bungkaih Aceh Utara

Di antara ratusan itu 231 diantaranya rusak sedang dan 137 rusak berat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.