Depok (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) melalui Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Program Gigi Anak Sehat (GAS) Jakarta untuk menekan angka karies gigi pada anak usia dini.

Rektor UI Prof Heri Hermansyah di Depok, Rabu, menyampaikan bahwa setiap program yang dijalankan UI tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk penguatan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Dekan FKG UI Prof Lisa Rinanda Amir menjelaskan tingginya angka penyakit gigi dan mulut pada anak usia dini memerlukan pendekatan sistematis dan berkelanjutan.

“Upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut perlu terus diperkuat untuk menurunkan angka penyakit gigi dan mulut, khususnya pada anak usia dini. Program kolaboratif Gigi Anak Sehat Jakarta ini dirancang sebagai langkah bersama FKG UI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung pengurangan masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat Jakarta secara berkelanjutan,” ujar Lisa.

Sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut sejak usia dini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta keluarga sebagai garda terdepan kesehatan anak.



“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melalui Program Gigi Anak Sehat menjadi langkah strategis dengan pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan, melalui pelibatan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan kesehatan gigi anak sejak usia dini,” kata Rano.

Program tersebut merupakan menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut anak secara berkelanjutan. Program GAS Jakarta dirancang sebagai pendekatan komprehensif yang melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas.

Rangkaian kegiatan itu meliputi skrining kesehatan gigi anak, peningkatan kapasitas guru, kader kesehatan, dan orang tua sebagai agent of change, serta penyediaan layanan perawatan gigi preventif. Program tersebut dilaksanakan sebagai pilot project yang diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan program serupa di wilayah lain.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan yang aplikatif, GAS Jakarta juga mendorong kegiatan sikat gigi bersama di dalam kelas selama lima menit sebelum kegiatan belajar dimulai.

Selain itu, program tersebut juga diperkuat melalui kerja sama lintas sektor antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dengan sekolah dan puskesmas dalam pelaksanaan layanan preventif, seperti pengolesan pit and fissure sealant serta aplikasi fluoride varnish untuk mencegah karies gigi pada anak.

Melalui peluncuran Program GAS Jakarta, FKG UI dan Pemprov DKI Jakarta berharap dapat membangun model kolaborasi kesehatan gigi anak yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi usia dini di DKI Jakarta.


Baca juga: Tiga masalah gigi yang sering dialami oleh keluarga di Indonesia