TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bulog Kanca Paser menargetkan serapan Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 15.200 ton pada 2026.
Target tersebut melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring upaya penguatan koordinasi lintas pihak dan dukungan akses ke lokasi serapan.
Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, menyampaikan optimisme atas pencapaian target tersebut.
Menurutnya, akses menuju sentra produksi relatif mendukung, ditopang peran aktif penyuluh dan aparat kewilayahan.
Baca juga: Waspada Beras Oplosan, Bulog Paser Imbau Masyarakat Teliti Saat Membeli Beras Premium
“Kalau kendala akses tidak ada, teman-teman dari PPL maupun Babinsa juga aktif memberi solusi baik untuk petani maupun Bulog sehingga proses serapan berjalan lancar,” terang Mukhlis di Tanah Grogot, Rabu (21/1/2026).
Selain itu, Bulog Paser memperkuat kolaborasi dengan pihak angkutan untuk menjangkau wilayah serapan secara lebih efisien.
Kerja sama ini dinilai membantu kelancaran distribusi dari lahan petani ke titik pengumpulan.
“Kita juga kerjasama dengan pihak angkutan, tentunya ini merupakan kolaborasi yang baik dalam menyerap gabah petani,” tambahnya.
Baca juga: Bulog Kanca Paser Target Serap Gabah Kering Panen di Tahun 2026 Jadi 15.200 Ton
Meski demikian, faktor cuaca tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi panen dan proses serapan.
Namun Mukhlis meyakini sinergi yang terbangun akan menjaga kinerja serapan tetap optimal.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung tahun ini, apalagi kolaborasi kita juga sudah bagus. Khususnya di Paser ini serapan kita dapat bertambah dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, wilayah kerja Bulog Kanca Paser mencakup Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi basis utama serapan Gabah Kering Panen pada tahun berjalan. (*)