Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
January 22, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Sulsel - Black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita .

Black box berhasil ditemukan setelah tim khusus menembus medan ekstrem di lokasi jatuhnya pesawat.

Saat ditemukan, perangkat perekam penerbangan yang sangat vital dalam proses investigasi tersebut masih menempel pada bagian ekor pesawat.

Melansir Warta Kota, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi menyampaikan, black box tersebut telah dilepas dari dudukannya dan kini sedang dibawa turun menuju Posko Operasi SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

“Alhamdulillah kita bersyukur, pada pukul 11.00 WITA tim khusus berhasil menemukan black box di bagian ekor pesawat. Saat ini sudah dilepas dari dudukannya dan sedang dalam proses turun menuju posko,” ujar Dody saat memberikan keterangan di Posko Utama SAR Gabungan.

Menurut dia, proses evakuasi black box dari lokasi kejadian menuju posko utama diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga jam.

Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis Gunung Bulusaraung yang terjal, licin, serta memiliki kontur berbahaya sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dari tim di lapangan.

Dody menjelaskan, keberadaan black box sebenarnya telah teridentifikasi secara visual sejak beberapa waktu lalu.

Namun, tim belum dapat segera menjangkau titik tersebut karena medan yang sangat menantang dan berisiko tinggi. 

Setelah dilakukan evaluasi dan rapat koordinasi, diputuskan untuk membentuk tim khusus yang melibatkan unsur TNI, Basarnas, serta tim reaksi cepat guna menembus lokasi ekor pesawat.

“Kemarin sudah teridentifikasi secara visual, tetapi belum bisa menuju lokasi. Medan penuh tantangan sehingga kami rapat dan membentuk tim khusus bersama Basarnas dan tim reaksi cepat,” katanya.

Black box merupakan perangkat vital dalam setiap pesawat terbang karena berfungsi merekam berbagai data penting selama penerbangan.

Perangkat ini terdiri atas perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) dan perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR).

Kedua komponen tersebut menyimpan informasi mengenai parameter teknis pesawat, kondisi penerbangan, percakapan antarawak kokpit, hingga komunikasi dengan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC).

Selain itu, data dari black box juga mencatat tekanan udara, kecepatan, ketinggian, serta kondisi cuaca yang dihadapi pesawat sebelum kecelakaan terjadi.

Informasi inilah yang nantinya akan dianalisis oleh tim investigasi untuk merekonstruksi kronologi penerbangan dan mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut.

Penemuan black box menjadi salah satu tonggak penting dalam rangkaian proses penanganan kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung.

Selain mempercepat kerja tim investigasi, keberhasilan ini juga menegaskan komitmen seluruh unsur SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan medan berat demi mengungkap kebenaran di balik tragedi penerbangan tersebut.

Baca juga: Pria Aniaya Tetangga Kos Selingkuhan Istri sampai Terkapar di Kamar Mandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.