Perbaikan Jembatan Gantung di Bobos Sumedang Sudah Dimulai, Kerja Sama TNI–Warga
January 22, 2026 12:17 AM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Perbaikan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikandung, Dusun Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, mulai dilakukan melalui kolaborasi TNI dan warga. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda dan telah berlangsung sejak Selasa (20/1/2026).

Hingga Rabu (21/1/2026), pengerjaan jembatan telah memasuki hari kedua. Program ini menjadi upaya lanjutan untuk memulihkan akses warga yang kembali terputus setelah jembatan gantung sebelumnya rusak akibat kondisi tanah yang labil.

Dimulainya perbaikan jembatan ini turut mengingatkan publik pada sebuah video lama yang kembali beredar di media sosial. 

Video tersebut menampilkan Babinsa Desa Wanajaya, Sertu Deni Romdoni, menggendong seorang anak sekolah dasar berseragam SD Negeri saat menyeberangi Sungai Cikandung dengan menerjang arus.

“Ya itu dulu sebelum dibangun jembatan. Jadi yang sekolah dari RT Pasirhuni ke sini, ke Bobos, ke bawah turun lewat sungai,” ujar Sertu Deni Romdoni, menjelaskan konteks video tersebut, Rabu. 

Baca juga: Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak

Menurut Deni, peristiwa dalam video itu terjadi sebelum adanya jembatan gantung yang dibangun pada 2023.

Saat itu, anak-anak sekolah dari wilayah seberang sungai terpaksa menyeberang langsung melalui Sungai Cikandung untuk mencapai sekolah.

Setelah video tersebut ramai dan menyedot perhatian publik, pada 2023 dibangunlah jembatan gantung melalui kerja sama komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI) dengan TNI. 

Jembatan itu diresmikan pada November 2023 dan sempat menjadi akses utama warga.

Namun, jembatan tersebut tidak bertahan lama. Faktor alam kembali menjadi kendala utama.

“Masalahnya di alam. Tanahnya labil, sehingga jembatan gantung itu rusak lagi,” kata Deni.

Baca juga: Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga

Seiring rusaknya jembatan, berbagai upaya pengajuan bantuan kembali dilakukan. Permohonan disampaikan ke sejumlah pihak, mulai dari pimpinan TNI hingga pemerintah daerah. Dari rangkaian pengajuan tersebut, bantuan yang terealisasi datang melalui TNI dengan Program Jembatan Garuda.

“Diajukan lagi ke KASAD, ke Brimob, ke Pemkab. Yang keluar akhirnya dari TNI lewat Program Jembatan Garuda,” ujarnya.

Saat ini, perbaikan difokuskan pada rehabilitasi bangunan lama. Proses pengerjaan dilakukan oleh TNI bersama warga setempat.

“Sekarang mulai merehab bangunan lama. Pengerjaan dari TNI dan warga,” jelas Deni.

Ia menambahkan, dalam penanganan lanjutan, Vertical Rescue Indonesia menyerahkan pendampingan kepada unsur pemerintah daerah.

“VRI menyerahkan ke BPBD dan Damkar, karena ada kadernya di situ,” katanya.

Baca juga: Kades Nilai Pemkab Sumedang Abai, Perbaikan Jembatan Gantung Bobos Surian Justru Ditangani TNI

Akibat terputusnya akses tersebut telah dua tahun, dampak sosial terus dirasakan warga Dusun Bobos.

Sebagian anak-anak kini bersekolah di Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, yang secara geografis lebih mudah dijangkau meski berada di wilayah administrasi berbeda.

“Mereka memilih ke kecamatan tetangga, walaupun memang agak dikucilkan,” katanya. 

Misalnya, terjadi pada layanan kesehatan. Warga Dusun Bobos yang secara administrasi berada di Kecamatan Surian, dalam praktiknya lebih banyak mengakses layanan kesehatan di Kecamatan Buahdua.

“Misalnya BPJS terdaftar di Surian, tapi periksanya malah ke Buahdua,” kata Deni. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.