TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menanggapi tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Demokrasi terkait pengelolaan beasiswa daerah. Respons tersebut disampaikan dalam audiensi di Kantor Bupati Nunukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menegaskan program beasiswa merupakan bagian dari kebijakan strategis daerah untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Nunukan.
"Beasiswa ini bukan program dadakan. Ini bagian dari arah kebijakan daerah yang memang menempatkan pendidikan sebagai prioritas," ujar Iwan, Rabu (21/01/2026).
Ia menyebut jumlah penerima beasiswa meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Dulu kemampuan kita terbatas, tapi sekarang kuota penerima meningkat cukup signifikan. Tahun 2025 lebih dari seribu mahasiswa Nunukan mendapat beasiswa," ucapnya.
Menjawab tudingan minim keterbukaan, Iwan menegaskan seluruh tahapan program beasiswa telah diumumkan secara terbuka.
Selain itu, Pemkab Nunukan juga membentuk tim khusus untuk mengawal penyaluran agar sesuai aturan.
"Semua tahapan sudah dibuka ke publik. Kami juga membentuk tim khusus supaya penyaluran beasiswa ini bisa diawasi dan dipertanggungjawabkan," tegas Plt Sekda Nunukan.
Iwan mengakui masih ada sejumlah poin yang belum sepenuhnya menjawab harapan mahasiswa. Namun, ia menilai perbedaan pandangan tersebut sebagai bagian dari dinamika dialog.
"Kami sudah menyampaikan penjelasan, meskipun memang belum sepenuhnya sesuai harapan adik-adik mahasiswa. Mereka memberi waktu 1×24 jam agar kami menyampaikan jawaban yang lebih menyeluruh," ungkapnya.
Pemkab Nunukan menegaskan tetap terbuka terhadap masukan mahasiswa dan berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan agar program beasiswa semakin tepat sasaran dan berkeadilan.
Baca juga: Mahasiswa di Nunukan Desak Transparansi Beasiswa, Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati
Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, menjelaskan bahwa beasiswa daerah terbagi dalam dua jalur.
"Beasiswa daerah terbagi dua. Ada beasiswa reguler yang ditangani langsung oleh daerah, dan ada beasiswa afirmasi yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin," katanya.
Akhmad menekankan, khusus beasiswa afirmasi, seluruh proses seleksi dilakukan langsung oleh pihak universitas.
"Seleksinya dilakukan langsung oleh Unhas. Pemerintah daerah tidak ikut menentukan siapa yang lulus atau tidak," jelas Akhmad.
(*)
Penulis: Febrianus Felis