SRIPOKU.COM - Delapan orang meninggal dunia dampak longsornya tanah di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Para korban diduga sedang melakukan aktivitas tambang emas ilegal.
Polisi masih belum menyimpulkan jumlah korban secara pasti dari insiden yang terjadi Selasa (20/1/2026).
Informasi terbaru pada Rabu (21/1/2026), total ada 12 orang yang sudah berhasil dievakuasi.
Baca juga: Polemik Tambang Pasir, Kades Bailangu Timur Muba Diserang Keponakan, 3 Orang Terluka
Delapan korban meninggal sudah dievakuasi, lalu dibawa ke rumah duka masing-masing.
Sementara sisanya masih menjalani perawatan medis.
Kapolres Sarolangun, AKBP Wendy Oktariansyah, yang mengecek lokasi menuturkan jumlah korban kemungkinan besar masih bisa bertambah.
"Sampai sekarang sudah ada 12 korban yang terdata, delapan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka," kata AKBP Wendi Oktariansyah, Rabu (21/1/2026).
Terkait desas-desus masih banyak korban terperangkap di bawah material longsor, kapolres belum bisa memberikan kepastian karena proses evakuasi dan validasi data korban masih berlangsung.
"Pagi ini kami turun langsung ke lokasi PETI untuk memimpin proses evakuasi dan memastikan keadaan di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan saat ini ada total 12 orang korban, delapan meninggal dan empat luka-luka.
Dari peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu kondisi sedang hujan, namun para pekerja tetap melakukan aktivitas.
"Dalam kondisi tersebut, akibat intensitas hujan tinggi terjadi pergeseran struktur tanah hingga mengakibatkan longsor dan membuat para pekerja yang berada di dalam kasawan pertambangan tertimbun tanah longsor," jelasnya.
Hasil penyelidikan sementara, kata Erlan, lahan tersebut milik seseorang warga setempat berinisial ID (50).
Soal izin aktivitas tambang, Erlan belum membeberkan secara pasti.
Dia mengatakan polda masih akan mendalami dan melakukan penyelidikan.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Isuzu Panther Terjebak Banjir di Belitang OKUT, Tali Tambang Jadi Penyelamat
Kepala Desa Temenggung, Supriadi, menuturkan jumlah korban jiwa akibat peristiwa kelam itu memang delapan orang dan empat orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk patah tulang.
"Korban yang meninggal delapan orang. Yang luka-luka ada empat orang, ada juga yang patah tulang. Selama ini informasi yang beredar lebih dari itu tidak benar. Kami sudah turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan," ujar Supriadi kepada Tribun Jambi, Rabu (21/1/2026).
Supriadi mengatakan, pengecekan dilakukan bersama Kapolres Sarolangun serta unsur TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi longsor.
"Semalam delapan korban sudah berhasil diangkat semua. Itu sudah kami pastikan bersama tim gabungan dan juga masyarakat yang ikut turun ke lokasi," katanya.
Korban meninggal dunia merupakan warga Desa Temenggung serta warga dari desa tetangga.
Atas upaya evakuasi tersebut, pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Kami dari pemerintah desa dan masyarakat Desa Temenggung mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres dan seluruh unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta tim lainnya yang sudah membantu memastikan tidak ada lagi korban di lokasi," ucapnya.