Bebas Pulsa, Warga Aceh Kini Bisa Lapor Situasi Darurat ke Nomor 112
January 22, 2026 12:35 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa sistem layanan Emergency Call 112 terintegrasi dari PT Digital Sandi Informasi. 

Melalui sistem ini, masyarakat Aceh kini dapat melaporkan berbagai situasi darurat cukup dengan menghubungi satu nomor, yakni 112, untuk mendapatkan respon cepat dari layanan pemadam kebakaran, ambulans, kepolisian, hingga penanggulangan bencana secara terkoordinasi dan real-time.

"Kami memahami bahwa dalam situasi darurat, setiap detik sangatlah berharga. Melalui bantuan CSR ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam membangun pusat monitoring satu data kedaruratan yang responsif,” kata Direktur Operasional PT Digital Sandi Informasi, Aditya Rizka, usai acara serah terima sistem layanan Emergency Call 112 di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Rabu (21/1/2026). 

Menurut Aditya, melalui nomor 112 itu masyarakat Aceh bisa melaporkan segala situasi darurat mulai dari kebakaran, layanan medis, gangguan hewan liar, KDRT, pohon tumbang, kecelakaan, hingga bencana alam. 

Aditya juga menjelaskan bahwa sistem ini akan menjadi pusat monitoring satu data kedaruratan yang diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Aceh.

“Kami berharap sistem ini membantu pemerintah daerah memberikan pelayanan publik yang prima," ujarnya.

Baca juga: Target Penuntasan Penyusunan Dokumen R3P Aceh Digeser ke Akhir Januari 2026

Selain itu, Aditya mengungkap, bahwa sistem ini hadir dengan dua fitur unggulan yang dirancang untuk menjamin kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Di mana, selain tersedia selama 24 jam penuh setiap harinya dengan dukungan operator terlatih, layanan Emergency Call 112 ini juga dapat diakses secara gratis atau bebas pulsa dari semua operator seluler maupun telepon rumah. 

“Masyarakat tetap dapat menghubungi nomor darurat tersebut meskipun ponsel dalam kondisi terkunci, sehingga mempercepat proses penanganan dalam situasi kritis,” jelasnya. 

Sementara itu, Sekda Aceh, M Nasir menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif dari PT Digital Sandi Informasi.

Menurutnya, kehadiran layanan 112 sangat krusial dalam mempercepat respon terhadap situasi darurat yang dialami masyarakat.

"Pemerintah Aceh sangat mendukung langkah ini. Selain mempermudah layanan keselamatan publik, bantuan ini menjadi katalisator penting dalam percepatan transformasi digital di Aceh," ujarnya.

Baca juga: DPM Unimal Laksanakan Program Psikososial di Tiga Sekolah Aceh Tengah 

Ia menambahkan bahwa sistem ini akan mengintegrasikan berbagai layanan darurat seperti pemadam kebakaran, ambulans, hingga penanggulangan bencana dalam satu pintu, sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efisien.

Acara penyerahan ini juga diikuti secara virtual oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari tingkat kabupaten/kota di seluruh Aceh.

“Pelibatan Forkopimda kabupaten/kota dimaksudkan agar implementasi layanan 112 dapat segera disinkronisasikan di tingkat daerah, mengingat kebutuhan layanan darurat bersifat mendesak dan tersebar di berbagai titik wilayah Aceh,” pungkasnya.

Diketahui, agenda penyerahan sistem ini juga dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs. Syakir, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) atau yang mewakili dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, serta hadir secara daring melalui Zoom, Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.