Persiapan Generasi Bebas Stunting, PERSAGI Usulkan Pendekatan Gizi hingga Usia 19 Tahun
January 22, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyambut Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajak anak sekolah turut mengubah pola makan keluarga.

Melalui edukasi gizi serentak di 18 ribu sekolah se-Indonesia, PERSAGI berharap kebiasaan makan sehat dapat tertanam sejak dini.

Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy menyebut, upaya ini harus dilengkapi dengan strategi yang lebih komprehensif.

“Ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi anak-anak,” kata Doddy di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan edukasi gizi yang digelar PERSAGI melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi dan lebih dari 55 ribu peserta didik. Program ini mendapat rekor MURI karena dilakukan secara serentak di 18 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

PERSAGI menargetkan anak tidak hanya kenyang, tetapi juga memahami konsep gizi seimbang melalui prinsip Isi Piringku. Anak didorong memahami bahwa satu piring sehat harus mencakup sumber karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral.

“Ini sudah mulai diterapkan melalui program Makan Bergizi (MBG). Mudah-mudahan kebiasaan ini bisa dibawa ke keluarga,” ujar Doddy.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting sebesar 19,8 persen.

Baca juga: Stunting Minahasa Selatan Masih 28,1 Persen, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Sinergi Lintas Sektor

Meski angka ini menunjukkan tren penurunan, PERSAGI menilai upaya penurunan stunting perlu diperkuat dengan pendekatan jangka panjang.

Selama ini, pola makan masyarakat cenderung hanya membuat anak merasa kenyang.

Padahal, menurut Pedoman Gizi Seimbang, ada empat pilar yang harus dipenuhi: makan beragam, aktivitas fisik, minum air putih cukup, serta konsumsi buah dan sayur.

PERSAGI mengusulkan agar pendekatan gizi di Indonesia tidak hanya fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi diperluas hingga usia 19 tahun atau sampai lulus SMA.

Tujuannya agar remaja, sebelum berumah tangga, sudah memahami cara mencegah stunting dan kebutuhan gizi yang tepat.

Melalui momentum Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026 dengan tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” menjadi kesempatan untuk menguatkan pesan gizi seimbang.

 Dewan Pakar Gizi PERSAGI, Iskari Ngadiarti menambahkan, sekolah adalah titik strategis untuk membangun kebiasaan makan sehat.

Edukasi gizi di sekolah penting karena anak sedang mengalami pertumbuhan penting kedua setelah bayi, kemudian anak bisa menyebarkan informasi gizi ke orang tua serta edukasi di sekolah melibatkan banyak pihak, seperti pemilik kantin dan penjaga sekolah.

“Sekolah adalah salah satu tempat paling strategis untuk membangun kebiasaan makan bergizi pada anak,” kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.