BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Sembari menggendong anak laki-lakinya yang berusia satu tahun dua bulan, IS (30) istri dari AR (35) korban penganiayaan di Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan ikut mendampingi sang suami ketika dibawa ke RSUD Datu Kandang Haji Balangan, Rabu (21/1/2026) malam.
Ia tak bisa menahan tangis, matanya sembab, namun keadaan seolah membuat dirinya harus kuat.
Apalagi ia melihat langsung keadaan suaminya yang penuh luka dan darah akibat perkelahian menggunakan senjata tajam yang bermula di rumahnya.
Bersama dua anaknya, anak pertama berusia lima tahun dan anak keduanya berusia satu tahun dua bulan, IS hanya duduk di depan IGD rumah sakit, menunggu jenazah suaminya bisa dibawa pulang.
Ia juga terlihat kuat dan bekerjasama saat pihak kepolisian meminta keterangan terkait kejadian yang dialami oleh suaminya.
Baca juga: Kronologi Perkelahian Berdarah di Desa Bata Merah Balangan, Diduga Dipicu Rasa Tersinggung
Baca juga: Korban Perkelahian di Batu Merah Balangan Alami Enam Luka Sobek di Kepala, Sempat Dilarikan ke RS
Dimana diketahui, AR merupakan korban yang meninggal dari duel maut menggunakan senjata tajam dengan sepupunya sendiri, yakni RU (35).
Tempat kejadian di rumah AR yang disaksikan langsung oleh IS, kemudian AR lari ke rumah keluarganya yang berjarak kurang lebih 50 meter, dan mendapat serangan dari RU, hingga mengalami sejumlah luka tebasan pada bagian kepala dan tangan.
Secara rinci, IS memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Ia juga menunggu keluarga lainnya yang datang untuk membawa pulang jenazah suami.
Saat kejadian perkelahian itu, ujar IS, ia melihat penyerangan yang dilakukan AR kepada RU, kemudian AR dan RU lari keluar rumah. Namun IS tidak bisa mengikuti. Lututnya lemas melihat kejadian itu, apalagi ia harus menggendong anak keduanya.
Selang hitungan menit, berjarang kurang lebih 50 meter dari rumahnya, sang suami sudah ditemukan dalam kondisi luka-luka, begitu pula Ru yang kemudian diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: BREAKING NEWS - Duel Berdarah di Batu Merah Balangan, Satu Orang Tewas Akibat Tebasan Senjata Tajam
IS hanya bisa menangis dan berteriak melihat kondisi suaminya dengan penuh luka. Ia diminta mengikuti suami saat dibawa ke rumah sakit.
Kepada Bpost Online, IS menceritakan kalau saat dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan, AR masih dalam kondisi hidup, namun nampak merasakan kesakitan.
Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut, AR menghembuskan nafas terakhir.
"Dia (AR) tidak meninggal di tempat. Saat di bawa di ambulan masih bergerak," ujarnya.
Rencananya, jenazah AR akan dikuburkan di Desa Tampang yang merupakan tempat keluarga AR. Sementara RU si pelaku akan menjalani proses hukum yang ditangani oleh Polres Balangan.
Kini, sepeninggalan AR, IS hanya tinggal bersama dua anaknya. IS juga tidak memiliki pekerjaan, dimana kebutuhan ekonominya selama ini ditopang dari mata pencaharian sang suami.
IS juga belum tahu bagaimana nantinya kondisi anak-anaknya saat menyadari sang ayah sudah tiada. Apalagi ia memiliki anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar.
(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)