Laporan Wartawan Tribungayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah
Tribungayo.com.Takengon – Setelah hampir dua bulan terisolir, empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kembali memiliki akses penghubung.
Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh TNI Yonzipur telah rampung dan resmi dapat dilalui, Rabu (21/01/2026).
Empat kampung yang sebelumnya terputus akses tersebut yakni Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk.
Selama jembatan putus akibat bencana, masyarakat terpaksa melintasi sungai menggunakan tali sling untuk menyeberang, termasuk saat membawa hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, meninjau langsung jembatan darurat tersebut.
Ia didampingi Brigjen Ismed, Camat Ketol, para reje kampung, serta prajurit Yonzipur.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan.
“Hari ini kami berada di Jembatan Berawang Gajah. Sebuah kebahagiaan bagi empat desa, Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara, karena hari ini sudah bisa dilewati dengan jembatan darurat. Ini adalah karya TNI Yonzipur, hasil kerja sama dengan masyarakat dan BNPB. Semua berkolaborasi,” ujar Haili Yoga.
Ia menegaskan rampungnya jembatan tersebut menjadi bukti kehadiran negara melalui TNI bagi masyarakat.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Ini bukti nyata bahwa TNI hadir untuk masyarakat, melayani masyarakat,” ungkapnya.
Sejumlah warga menyambut gembira selesainya pembangunan jembatan darurat itu.
Seorang ibu yang ditemui di lokasi mengaku bersyukur karena kampung mereka tidak lagi terisolir.
“Bahagia sekali, Pak. Sekarang kami sudah bisa lewat, tidak terisolir lagi,” ujar Azizah tersebut.
Di tengah peresmian tersebut, Bupati juga menyampaikan duka atas wafatnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16, yang mengalami kecelakaan beberapa hari sebelumnya.
Almarhum diketahui terlibat langsung dalam pembangunan jembatan bailey dan jembatan darurat di sejumlah titik terdampak bencana.
“Tiga hari lalu, saat peresmian Jembatan Pelang, Komandan Kompi Yonzipur, Kapten Muhammad Saugi, mengalami kecelakaan dan telah meninggalkan kita. Beliau bekerja keras menyiapkan jembatan di banyak tempat. Semoga arwah beliau diterima Allah SWT sebagai pahala pengabdian untuk masyarakat,” tutur Haili Yoga.
Pembangunan Jembatan Berawang Gajah ini diharapkan dapat memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di empat kampung yang sempat terputus aksesnya akibat bencana.(*)
Baca juga: Mahasiswa Unimal Bantu Pulihkan Trauma Pascabanjir Melalui Psikososial Siswa di Aceh Tengah
Baca juga: 50 Hari Pencarian Nihil, Korban Longsor di Aceh Tengah Diduga Meninggal Dunia