TRIBUNNEWSMAKER.COM - Postingan terakhir pramugari Florencia Lolita Wibisono di media sosial kini menjadi sorotan publik usai dirinya teridentifikasi sebagai salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Unggahan tersebut menampilkan pesan bernuansa haru yang menyinggung tentang perpisahan, seolah menjadi isyarat tak terucap sebelum tragedi terjadi.
Kata-kata sederhana itu kini dibaca dengan penuh emosi oleh keluarga, sahabat, dan warganet yang ikut merasakan duka mendalam.
Baca juga: Ritual Pamitan, Video Call Terakhir Hariyadi Korban ATR 42-500 ke Istri Jadi Kenangan Memilukan
Identitas korban kedua dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.
Korban teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono (32), salah satu pramugari yang bertugas dalam penerbangan nahas rute Yogyakarta-Makassar tersebut.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, menyatakan bahwa kepastian identitas ini diperoleh melalui kecocokan data antara pemeriksaan post mortem dan ante mortem yang telah dikumpulkan tim medis.
"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem dengan nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," ungkap Kombes Haris dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).
Proses identifikasi tersebut dilakukan secara komprehensif, melibatkan pencocokan sidik jari, rekam medis gigi, ciri-ciri medis pada tubuh, serta properti terakhir yang dikenakan korban.
Diketahui, saat ditemukan Florencia mengenakan seragam hitam maskapai dengan name tag yang masih terbaca jelas, celana jins, serta sepatu kets hitam.
Florencia merupakan korban kedua yang berhasil ditarik oleh Tim SAR gabungan dari jurang sedalam 500 meter di area puncak Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1).
Setelah melewati medan yang terjal dan cuaca ekstrem, jenazah akhirnya tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam untuk menjalani proses otopsi dan identifikasi akhir.
Saiful Malik, anggota Tim SAR dari Arai Sulsel, menceritakan detik-detik penemuan jasad Florencia sekitar pukul 14.00 WITA.
Jasad pramugari tersebut ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut di dahan pohon pada sebuah lereng yang sangat terjal.
"Posisinya 100 meter sebelum titik bagian depan pesawat ditemukan. Di bawahnya, kedalaman jurang mencapai 300 meter yang penuh risiko longsor dan bebatuan tajam. Tanpa kayu yang menyangkut itu, mungkin jatuh lebih dalam," jelas Saiful.
Kondisi jasad saat ditemukan relatif utuh, meskipun terdapat luka serius seperti kaki kanan yang patah.
Tim SAR sempat harus menunggu kantong jenazah dalam waktu yang cukup lama sebelum bisa memobilisasi jasad ke jalur utama akibat medan yang berkabut dan licin.
Serda Marinir Syamsul Alam dari Yonmarhanlan Makassar menambahkan bahwa setelah dimasukkan ke kantong jenazah, posisi korban sempat digantung demi keamanan di jalur terjal tersebut.
"Kami harus bergerak pelan-pelan, karena satu kesalahan kecil bisa fatal," tegasnya.
Sosok Florencia Lolita diketahui baru bertugas sekitar tiga bulan di maskapai IAT.
Sebelumnya, ia memiliki karier panjang bersama Lion Air Group selama kurang lebih 13 tahun.
Kenangan mengenai Florencia kini ramai dibicarakan netizen setelah unggahan terakhir di akun TikTok miliknya, @florencia.lolita, kembali mencuat.
Dalam unggahan tersebut, Olen, sapaan akrabnya, membagikan momen perpisahan saat keluar dari maskapai sebelumnya.
Ia mengunggah foto mengenakan blazer hitam dan celana putih dengan latar layar proyektor bertuliskan ‘Retirement of Falencia Lolita’.
“Memories to cherish, moment to remember,” tulis Florencia dalam unggahan tersebut.
Saat seorang netizen bertanya apakah ia sudah selesai bertugas di maskapai lama, Olen menjawab singkat, “Udah graduation cer.”
Unggahan yang menggunakan latar lagu perpisahan itu kini dibanjiri komentar belasungkawa dari rekan sejawat dan netizen.
(TribunNewsmaker.com/TribunVideo)