Jalan Utama Malang-Kediri Diterjang Banjir di Pujon Akibat Sungai Meluap, Lalu Lintas Terganggu
January 22, 2026 12:00 AM

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Aliran sungai meluap akibat hujan deras, menyebabkan banjir di Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026) malam. 

Seorang saksi mata, Zainul mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat itu, wilayah Pujon sedang dilanda hujan lebat.

"Tiba-tiba, sungai yang berada di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Pujon meluap hingga ke jalan. Semakin lama luapannya semakin tinggi dan semakin deras," ujar Zainul kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Update Kondisi Pasca Banjir dan Tanah Longsor di Kecamatan Pujon, BPBD Bersihkan Material dari Jalan

 
Banjir Selutut

Aliran banjir yang juga disertai lumpur tersebut menerjang hingga masuk ke dalam warung satenya. 

Akibatnya, warung satenya dipenuhi lumpur hingga tidak bisa berjualan.

"Banjirnya tinggi selutut orang dewasa dan sampai masuk ke warung saya. Ini  saya sama istri bersih-bersih dan sementara waktu tidak berjualan," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Rizky juga mengungkapkan hal yang sama.

"Saat hujan deras tadi, sungai kecil yang berada di dekat TMP Pujon meluap hingga ke jalan. Untuk penyebabnya, diduga sungainya tersumbat sampah," terangnya.

Dugaan itu diperkuat karena selain lumpur, luapan sungai juga membawa banyak sampah plastik.

"Sampah-sampah plastik ikut semua terbawa arus. Dan baru kali ini, kejadian banjirnya agak besar," pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan suryamalang.com di lokasi pada pukul 21.32 WIB, banjir telah surut dan aliran sungai kembali normal.

Arus kendaraan yang sebelumnya dilakukan buka tutup jalur, kini juga telah kembali normal.

Baca juga: Satu dari Tiga Pelaku Penjambretan Emak-Emak di Pujon Malang Ditangkap, Dua Pelaku Lain Buron

 
Banjir di Hari Senin

Sebelumnya, banjir luapan sungai juga dialami warga Dusun Cukal, Desa Bendosari dan Dusun Mbiyan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Senin (19/1/2026).

Banjir saat itu juga merupakan luapan air bercampur lumpur yang meluap ke jalan.

Kaposlap Ngantang BPBD Kabupaten Malang, Mat Kosim menyatakan pasca banjir luapan bercampur lumpur, kini warga yang terdampak telah membersihkan rumah masing-masing. 

“Banjir luapan pertama itu tahun 2023. Sama-sama meluber ke jalan. Kemarin sampai merobohkan dinding sekolah itu karena bangunan itu berada di bawah, jadi aliran air mengarah ke sekolah tersebut,” ujar Mat Kosim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.