Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Jurang, Kondisinya Mengenaskan
January 22, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Harapan akan keajaiban kian menipis di tengah operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pada Rabu (21/1/2026), kabar duka kembali datang dari lokasi pencarian. Jumlah korban yang berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan kembali bertambah, menegaskan betapa berat dan kompleksnya tragedi ini.

Hingga hari tersebut, tiga korban telah ditemukan, meski tidak semuanya dapat langsung dikenali identitasnya.

Baca juga: Jawaban Aktivitas Misterius Farhan Kopilot Pesawat ATR, Pantas Tim SAR Tak Dengar Suara Minta Tolong

Dari Satu Menjadi Tiga Korban, Proses Identifikasi Masih Berjalan

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan lebih dulu menemukan korban pertama berjenis kelamin pria.

Namun hingga kini, identitas korban tersebut masih belum terungkap dan masih dalam proses identifikasi.

Korban kedua yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi.

Ia adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari IAT. Jenazah Florencia pun telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1/2026), di tengah suasana duka yang mendalam.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui di kantor Basarnas Makassar.

"Satu korban sudah diterima oleh keluarga, satu korban sedang diindetifikasi dan satu korban berhasil ditemukan dalam proses evakuasi," kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii di kantor Basarnas Makassar, Rabu (21/1/2026).

KONDISI JENAZAH KEDUA - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
KONDISI JENAZAH KEDUA - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Kanal YouTube Tribunnews)

Korban Ketiga Ditemukan di Tebing Jurang Gunung Bulusaraung

Menurut Syafii, korban ketiga ditemukan pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 WITA.

Lokasi penemuan berada di medan yang sangat ekstrem, yakni di sekitar tebing atau jurang Gunung Bulusaraung.

Kondisi geografis yang terjal dan sulit dijangkau membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang.

Hingga saat ini, identitas maupun jenis kelamin korban ketiga tersebut masih belum dapat dipastikan.

"Informasi yang saya dapat lebih condong pada body part, semua di tebing dan jurang," tandasnya.

Baca juga: Kapten Andy Kebablasan? Bos AirNav Sebut Pesawat ATR 42-500 Hantam Gunung Karena Keluar Prosedur

Evakuasi Masih Berlangsung, Cuaca Jadi Penentu

Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi korban.

Medan curam, jurang dalam, serta kondisi alam yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam operasi ini.

Basarnas pun menyiapkan opsi evakuasi melalui jalur udara apabila kondisi cuaca memungkinkan. Kecepatan evakuasi sangat bergantung pada faktor alam yang hingga kini masih sulit diprediksi.

"Saat ini masih dalam proses evakuasi, mudah-mudahan cuaca memungkinkan sehingga kita bisa evakuasi dengan cepat," pungkasnya.

Baca juga: AirNav Bantah Salah Arahan, Andy Pilot Pesawat ATR Jadi Sorotan, KNKT Singgung Potensi Human Error

Operasi Pencarian Terus Berlanjut

Dengan ditemukannya korban ketiga, Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi masih akan terus dilanjutkan.

Setiap jengkal lereng dan jurang Gunung Bulusaraung masih disisir, demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga.

Tragedi pesawat ATR 42-500 ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan di medan ekstrem Sulawesi Selatan.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.