TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Harapan besar masih menyelimuti keluarga Dwi Mardiono, teknisi pesawat ATR 42-500 asal Tajurhalang, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung.
Hingga hari kelima pasca-kejadian, pihak keluarga di Perumahan Puri Indrakila terus memantau proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.
Komunikasi terakhir antara Dwi Mardiono dengan istrinya, Shinta Jayanti, menjadi memori yang sangat membekas bagi keluarga sebelum pesawat dilaporkan hilang kontak.
Pria yang akrab disapa "Abi" oleh keluarganya ini sempat mengirimkan kabar dan posisi terkininya mulai dari Semarang hingga Yogyakarta sebelum melanjutkan penerbangan maut tersebut.
"Masih WA-WA-an, ngasih tau sampe mana, sampe mana, ya kan. Terus begitu udah sampe Semarang, terus langsung ke Jogja, terus mau berangkat itu masih kontak-kontakan sama Bu Sinta," ujar kerabat korban, Dewi Hu saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Rabu (21/1/2026).
Bahkan sesaat sebelum lepas landas pada Sabtu (17/1/2026) pagi, Dwi Mardiono mengirimkan sebuah foto dari dalam jendela pesawat yang memperlihatkan suasana di luar runway.
Foto tersebut dikirimkan melalui WhatsApp sebagai tanda pamit terakhirnya kepada sang istri sebelum tugas dimulai.
"Terus kira-kira jam 8 pagi hari Sabtu itu Pak Dwi nya bilang, 'Abi mau berangkat' terus foto kan dari dalam pesawat gitu, terus dibalas 'Hati-hati ya, Bi. Nanti kabari'," ungkapnya seraya memperagakan percakapan pasangan suami istri tersebut.
Akan tetapi, pesan tersebut tak lagi terbalas dan kabar yang dinantikan oleh Shinta Jayanti dari sang suami tak kunjung datang.
Kabar tak sedap justru menghampirinya karena pesawat yang ditumpangi oleh suaminya hilang kontak.
"Kalau dalam pesawat kan nggak bisa jawab ya. Akhirnya lost contact tuh. Nggak ada kontak sama sekali sampe akhirnya dengar kabar, lihat kok ini hilang kontak gitu," katanya.
Kini Shinta Jayanti dan ketiga anaknya pun menantikan Dwi Mardiono pulang dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
Pihak keluarga masih menaruh harapan besar bawah Dwi Mardiono dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
"Harapannya cepat diketemukan. Masih kalau bisa, insya Allah masih ada lah, masih hidup," ucapnya.