Awal Mula Insiden Kereta Api Tabrak Mobil Avanza di Tebingtinggi, 8 Meninggal, Kesaksian Warga
January 22, 2026 09:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.COM, TEBINGTINGGI - Terungkap awal mula terjadinya insiden kecelakaan Kereta Api (KA) Sibilah Utama menabrak mobil Toyota Avanza di Tebingtinggi.

Hampir seluruh penumpang dalam mobil meninggal.

Dikabarkan hanya 1 orang selamat, namun dalam kondisi luka-luka.

Kecelakaan terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di kawasan Sektor 5, Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026). 

Berdasarkan keterangan dari seorang warga yang sedang berada di lokasi kejadian Ari Naldi, ia awalnya mengetahui informasi kecelakaan ini dari media sosial.

Setibanya di lokasi, ia melihat satu unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza warna abu-abu dengan plat nomor BK 1657 ABP sudah dalam kondisi ringsek tertabrak kereta api. 

"Pertama tau dari live orang, terus ke lokasi saya lihat sudah hancur mobilnya," kata Ari. 

 

Dijelaskannya, informasi yang didapat mobil pribadi tersebut diperkirakan datang dari arah lingkungan 3 menuju ke arah Sektor 5.

Setibanya di perlintasan kereta api yang notabene sejak lama tidak ada palang pintu, datang kereta api dari arah Kisaran menuju ke Stasiun Tebingtinggi. 

"Kalau lihat posisinya, sebelah kiri yang dihantam kereta api," katanya. 

Dirinya menjelaskan, saat berada di lokasi ia melihat kendaraan yang membawa sekitar sembilan orang itu terseret sejauh sekitar 100 meter.

Informasi yang didapat, kejadian kecelakaan tersebut terjadi menjelang petang tadi. 

Dari sejumlah informasi yang didapat, dari peristiwa nahas tersebut terdapat sembilan orang yang menjadi korban.

Dari keseluruhan korban delapan di antaranya meninggal dunia dan satu luka berat akibat kuatnya hempasan kecelakaan tersebut.

KA dari Arah Stasiun Rantauprapat

Kereta Api (KA) Sribilah Utama dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.

 

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo membenarkan kecelakaan tersebut.

 Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.

Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan. 

“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi," katanya. 

"Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.

Perlintasan Gelap

Menurut warga setempat, Lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api.

Sebab, jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.

"Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api.

Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas," kata Eri, warga setempat. 

Selain itu, kata Eri, lokasi perlintasan yang sepi permukiman membuat banyak warga tidak mengingatkan kendaraan yang melintas untuk lebih berhati-hati. 

Terlebih saat malam hari, lokasi perlintasan tergolong gelap. 

"Apalagi ini kan karena sepi, kemudian jarak Stasiun Tebingtinggi masih 2,5 km lagi, rata-rata kereta api yang lewat lajunya masih tinggi. Makanya setiap kecelakaan, korban jiwanya pasti ada saja," ujar warga.

Baca juga: Hari Ini 6 Camat Dilantik Jadi Pejabat Eselon II Pemkab Deli Serdang, Berikut Daftar Namanya

(mns/aljtribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.