Pendaftaran Dana Subsidi Ogoh-ogoh Jembrana Bali Dibuka 14 Februari 2026, Hadiah Lomba Rp60 Juta
January 22, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah mengumumkan pendaftaran parade lomba ogoh-ogoh tahun Caka 1948 di 2026. 

Pendaftaran telah dimulai per 20 Januari hingga 14 Februari 2026 mendatang. 

Diharapkan, seluruh STT Banjar Adat yang ada di Gumi Makepung ini, turut berpartisipasi dalam ajang seleksi menuju lomba tahunan ini.

Kabid Adat, Tradisi dan Warisan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, I Gede Suartana menjelaskan, proses pendaftaran bisa diakses langsung melalui link serta barcode yang disediakan pihak panitia. 

Baca juga: Pemkab Jembrana Tetap Gelontorkan Dana Subsidi Pembuatan Ogoh-ogoh, Per STT Bakal Terima Rp2,5 Juta

Pendaftaran sudah dimulai sejak lusa hingga 14 Februari 2026 mendatang.

"Kami imbau kepada seluruh STT untuk mulai mempersiapkan berkas yang diperlukan," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 22 Januari 2026.

Suartana menyebutkan, di tahun ini nilai untuk dana subsidi pembuatan ogoh-ogoh masih tetap seperti tahun sebelumnya yakni Rp2,5 juta. 

Kemudian, bagi mereka yang terpilih mewakili kecamatan untuk tampil pada lomba bakal mendapat dana pementasan senilai Rp10 juta dan memperebutkan hadiah lomba senilai Rp60 juta.

"Dan khusus untuk Juara I Lomba, nanti total dana yang diperoleh mencapai Rp32,5 Juta," sebutnya.

Ia berharap, dan apresiasi tersebut bisa terus meningkatkan semangat, kreativitas serta inovasi bagi seluruh STT yang ada di Gumi Makepung. 

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir karya dari Sekaa Truna yang ada sudah sangat bagus.

"Komitmen pimpinan daerah juga agar para Sekaa Truna Truni ini semakin kreatif dan inovatif ke depannya. Jadi tidak hanya sekadar membuat, tapi memiliki filosofi masing-masing," tandasnya.

Untuk diketahui, dari ratusan STT yang ada di Gumi Makepung, puluhan Sekaa di antaranya justru tak memanfaatkan dana subsidi pada tahun 2025 lalu. 

Ada berbagai kendala yang dihadapi seperti STT yang mati suri karena tak ada kepengurusan atau struktur organisasinya, kemudian ada yang tidak memiliki sejumlah dokumen yang diperlukan. 

Di tahun 2025 lalu, dari 280an STT yang ada di Jembrana, tercatat hanya sekitar 220an saja. 

Sehingga, penyaluran anggaran tak maksimal.

Pihak panitia berharap seluruh STT dapat memenuhi seluruh kriteria pembuatan ogoh-ogoh seperti yang diberlakukan tahun sebelumnya. 

Misalnya, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dengan tinggi minimal 3 meter dan maksimal 4 meter dari tanah. 

Kemudian, yang paling ditekankan adalah mengenai tema yang digunakan tidak mengandung politik dan SARA.

Selain itu, juga dilarang menjiplak atau meniru karya yang sebelumnya sudah pernah dibuat STT lain atau daerah lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.