Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang memastikan tidak akan melakukan penambahan penyertaan modal untuk Bank Bengkulu pada tahun 2026 ini.
Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, mengatakan dalam rencana awal memang dianggarkan penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar untuk Bank Bengkulu yang dimasukkan dalam APBD 2026.
Namun, karena keterbatasan fiskal daerah, rencana penyertaan modal tersebut akhirnya batal dilakukan.
"Setiap tahun, kita kan menambah modal, Rp 2 miliar. Tapi, tahun ini, karena kondisional keuangan, kita tidak menambah modal di tahun 2026 ini," kata Zurdi Nata kepada TribunBengkulu.com, Kamis (22/1/2026) pukul 10.52 WIB pagi.
Prediksi Dividen Tetap
Dengan kondisi tersebut, Zurdi Nata menyebutkan bahwa dividen tahun buku 2025 yang diterima Pemkab Kepahiang pada tahun 2026 tidak akan jauh berbeda dengan dividen tahun buku 2024.
Selain itu, untuk dividen tahun buku 2026 yang akan diterima pada tahun 2027, terdapat kemungkinan nilainya sama dengan dividen tahun buku 2025.
Namun demikian, apabila laba Bank Bengkulu mengalami peningkatan pada tahun 2026, maka dividen yang diterima Pemkab Kepahiang juga berpotensi ikut meningkat.
"Rasanya, dividen kita tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2025, jika kita tidak menambah penyertaan modal tahun ini," ujar dia.
RUPS dan Sikap Pemkab Kepahiang
Bank Bengkulu dijadwalkan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2025 pada Rabu (28/1/2026) mendatang.
Zurdi Nata menyampaikan bahwa Pemkab Kepahiang, sebagai salah satu pemegang saham, tidak akan memberikan catatan khusus dalam agenda RUPS tersebut.
Dorongan Perluasan Nasabah
Meski demikian, Zurdi Nata menegaskan bahwa Bank Bengkulu ke depan harus mampu menarik nasabah yang lebih luas dan tidak terbatas hanya pada aparatur sipil negara (ASN).
"Pelayanan bank daerah ini, harus mampu berkompetisi dengan bank komersial lainnya," ungkap Nata.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini