TRIBUNSUMSEL.COM - Memasuki Bulan Syaban 1447 Hirjiyah, terdapat banyak amalan sunnah yang bisa dikerjakan oleh seorang muslim.
Tujuan dikerjakannya amalan ini adalah untuk mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT.
Sebagaimana pepatah mengatakan "Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Syakban adalah bulan menyiram, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen."
Maka dari itu tak ada salahnya seorang muslim dapat meningkatkan ibadah serta amalan di bulan ini.
Berikut ini akan disajikan beberapa Amalan di Bulan Syaban yang mudah untuk di kerjakan, melansir dari Gemini AI.
___
Ini adalah amalan yang paling utama di bulan Syakban. Berdasarkan hadis dari Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah lebih banyak daripada di bulan Syakban.
Penjelasan Mendalam: Puasa di bulan Syakban berfungsi sebagai latihan fisik dan mental sebelum memasuki Ramadan. Ibarat shalat sunnah rawatib sebelum shalat fardu, puasa Syakban adalah "rawatib" bagi puasa Ramadan untuk menyempurnakan kesiapan jiwa.
Para ulama terdahulu, seperti Salamah bin Kuhail, menyebut Syakban sebagai Syahrul Qurra' atau Bulannya Para Pembaca Al-Qur'an.
Penjelasan Mendalam: Fokusnya bukan sekadar mengkhatamkan, melainkan membiasakan mata dan hati berinteraksi dengan kalamullah. Dengan memulai di bulan Syakban, seseorang tidak akan merasa "kaget" atau berat saat harus mengejar target tadarus di bulan Ramadan.
Bulan Syakban disebut juga sebagai "Bulan Selawat". Hal ini didasarkan pada pendapat sebagian ulama bahwa ayat perintah berselawat (QS. Al-Ahzab: 56) diturunkan pada bulan ini.
Penjelasan Mendalam: Selawat adalah sarana untuk mendapatkan syafaat dan menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah. Di bulan di mana amal diangkat (Syakban), menghiasi catatan amal dengan selawat adalah cara terbaik agar laporan kita diterima dengan indah oleh Allah.
Malam pertengahan Syakban (malam ke-15) memiliki keutamaan khusus di mana Allah SWT memperhatikan hamba-Nya dan memberikan ampunan luas.
Penjelasan Mendalam: Rasulullah bersabda bahwa Allah mengampuni semua makhluk-Nya pada malam itu, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (pendendam). Amalan utamanya adalah berdoa, shalat sunnah, dan beristigfar.
Sebelum memasuki "bulan suci" Ramadan, seorang hamba harus membersihkan bejana hatinya terlebih dahulu melalui tobat yang sungguh-sungguh.
Penjelasan Mendalam: Logikanya sederhana: air yang bersih hanya akan bermanfaat jika diletakkan di wadah yang bersih. Syakban adalah waktu untuk mencuci "wadah" (hati) dari daki dosa agar siap menampung keberkahan Ramadan yang melimpah.
Ulama seperti Amru bin Qais biasanya menutup tokonya di bulan Syakban untuk fokus beribadah dan memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.
Penjelasan Mendalam: Sedekah di bulan Syakban membantu fakir miskin agar mereka memiliki persiapan pangan untuk menyambut Ramadan, sehingga saat Ramadan tiba, mereka bisa fokus beribadah tanpa terbebani masalah ekonomi.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nisfu Syakban, ampunan Allah terhalang bagi mereka yang menyimpan kebencian atau permusuhan terhadap sesama muslim.
Penjelasan Mendalam: Syakban adalah momentum rekonsiliasi. Meminta maaf dan memaafkan adalah amalan batiniah yang sangat berat namun besar pahalanya, guna memastikan amal ibadah kita diangkat ke langit tanpa hambatan "sengketa" sesama manusia.
Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan tahun lalu, Syakban adalah batas waktu terakhir untuk melunasinya.
Penjelasan Mendalam: Aisyah RA seringkali meng-qadha puasanya di bulan Syakban karena kesibukannya melayani Rasulullah SAW. Menyelesaikan kewajiban yang tertunda sebelum kewajiban baru datang adalah bentuk tanggung jawab hamba yang bertaqwa.
Memperbanyak zikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, Allahu Akbar sepanjang bulan ini sangat dianjurkan.
Penjelasan Mendalam: Karena Syakban adalah bulan di mana amal perbuatan dilaporkan kepada Allah (diangkat), maka sangat dicintai oleh Rasulullah jika saat amal itu diangkat, sang hamba sedang berada dalam kondisi berzikir atau berpuasa.
Mempelajari kembali fiqih puasa, syarat sah, pembatal puasa, hingga adab-adabnya merupakan amalan yang sangat penting.
Penjelasan Mendalam: Beribadah tanpa ilmu bisa berujung sia-sia. Syakban digunakan para ulama untuk mengkaji kembali hukum-hukum agama terkait Ramadan agar ibadah yang dilakukan sebulan penuh nanti sempurna secara syariat.
Salah satu amalan yang sangat masyhur diajarkan adalah melangitkan doa khusus agar diberikan keberkahan umur untuk menjumpai Ramadan.
Penjelasan Mendalam: Doa yang berbunyi, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadan," bukan sekadar permohonan umur panjang. Ini adalah bentuk kerinduan spiritual. Dengan berdoa sejak Syakban, kita menanamkan kesadaran di alam bawah sadar bahwa Ramadan adalah tamu agung yang sangat kita nantikan. Keberkahan di bulan Syakban berarti waktu kita diisi dengan produktivitas amal, sehingga saat Ramadan tiba, "mesin" ibadah kita sudah dalam keadaan panas dan siap berlari kencang.
Amalan ini bersifat batiniah dan administratif namun sangat menentukan kualitas ibadah di bulan berikutnya. Para ulama sering menggunakan bulan Syakban untuk menuliskan apa saja yang ingin mereka capai di bulan Ramadan.
Penjelasan Mendalam: Dalam kaidah fiqih, "Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya." Di bulan Syakban, seorang hamba disunnahkan untuk mulai merancang strategi ibadah. Misalnya, menetapkan target berapa kali khatam Al-Qur'an, berapa jumlah sedekah yang akan dikeluarkan, hingga list dosa apa yang ingin benar-benar ditinggalkan. Menata niat di bulan Syakban berfungsi sebagai "kontrak" awal kepada Allah. Jika pun maut menjemput sebelum Ramadan tiba, insyaAllah pahala niat tersebut sudah dicatat di sisi-Nya karena kesungguhan persiapan yang dilakukan sejak Syakban.
(Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)
****
Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel.com